View Full Version
Selasa, 18 Jun 2013

Hamas Desak Syi'ah Hizbullah Tarik Pasukannya dari Suriah

KAIRO, PALESTINA (voa-islam.om) - Kelompok pejuang Palestina Hamas pada hari Senin (17/6/2013) mendesak militan Syi'ah bersenjata Libanon, Hizbullah, untuk menarik pasukannya dari Suriah, di mana mereka bertempur untuk Presiden Bashar al-Assad, dan fokus pada memerangi Israel sebagai gantinya.

Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, pernah menjadi sekutu Assad tapi tahun lalu mendukung pemberontakan melawan dia.

"Kami meminta Syi'ah Hizbullah untuk menarik pasukannya dari Suriah dan tetap menjaga senjata mereka diarahkan terhadap musuh Zionis," kata Moussa Abu Marzouk, pemimpin Hamas yang berbasis di Kairo, di halaman Facebook-nya.

Seruan tersebut menandai memburuknya hubungan antara Hamas dan Syi'ah Hizbullah, dua sekutu lama yang masing-masing telah berperang melawan Israel dan menyuarakan kehancuran negara Zionis tersebut.

..Kami meminta Syi'ah Hizbullah untuk menarik pasukannya dari Suriah dan tetap menjaga senjata mereka diarahkan terhadap musuh Zionis..

Abu Marzouk mengatakan keterlibatan Sy'iah Hizbullah di Suriah, di mana Assad, yang merupakan anggota sekte Syi'ah Alawit, memerangi pejuang oposisi yang kebanyakan Muslim Sunni, telah memicu konflik sektarian.

Hamas membantah beberapa laporan media Libanon bahwa para pejuang yang hadir di Suriah untuk melatih pejuang oposisi dalam hal persenjataan, pembuatan bom dan menggali terowongan.

Pada hari Jumat, pemimpin Syi'ah Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah berjanji kelompoknya akan terus berjuang bersama pasukan Assad setelah mempelopori merebut kembali kota strategis Qushair.

Para pemimpin Hamas di pengasingan pernah berbasis di Damaskus Suriah, tapi kemudian meninggalkan negara itu dan pindah terutama ke Mesir dan Qatar, tahun 2012 ketika perang sipil meningkat. (an/ahram)


latestnews

View Full Version