View Full Version
Kamis, 22 May 2014

Lindungi Perbatasan, Yordania Bombardir Para Penyelundup Suriah

YORDANIA (voa-islam.com) - Angkatan bersenjata Yordania pada hari Minggu (18/5) mengumumkan bahwa pesawat militer Yordania terlibat bentrok dengan para penyelundup yang berusaha menyerbu perbatasan Suriah menuju Yordania, dan ini merupakan insiden yang ketiga dalam kurun waktu satu bulan.

"Dengan insiden bentrokan antara pesawat militer dengan para penyelundup di perbatasan Suriah-Yordania yang ketiga dalam kurun waktu sebulan menunjukkan bahwa angkatan bersenjata Yordania telah terlibat perang dengan Suriah, dan ini sangat mengancam keamanan Yordania ", ungkap para ahli militer.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh militer Yordania mengungkapkan bahwa militer yang bertugas di perbatasan telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tiga mobil sipil dari Yordania ke Suriah dengan menggunakan pesawat militer dan pasukan darat, mobil-mobil ini berhasil ditangkap beserta barang-barang selundupan yang berada di dalamnya, namun militer tidak menyebutkan jenis-jenis barang selundupan tersebut.

Angkatan bersenjata Yordania juga berhasil menangkap sekelompok orang yang mencoba menyelinap melintasi perbatasan, dan sempat terjadi bentrokan dengan mereka. Satu orang tewas dan beberapa yang lain luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Penyelundupan ini adalah yang ketiga dalam waktu sebulan, pada tanggal 16 bulan lalu militer yang berjaga di perbatasan Yordania mengumumkan jet tempur Yordania mengebom mobil penyelundup yang mencoba menyeberangi perbatasan Suriah menuju Yordania, pada minggu lalu juga demikian.

Menurut pendapat analis militer, pensiunan Jenderal tentara Yordania, Fayiz Douiri, Jordan terlibat dalam krisis yang terjadi di Suriah dalam hal perbatasan.

Dia mengatakan kepada Jazeera Net, Yordania wajib melakukan segala cara untuk menjaga perbatasan dan keamanan, termasuk mencegah kendaraan yang membawa barang-barang selundupan yang berupaya melintasi perbatasan. [Sukron Ma'mun/Aljazeera/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version