View Full Version
Jum'at, 20 Jun 2014

ISIS Menguasai Pabrik Senjata Kimia di Munthanna, Irak

BAGDAD (voa-islam.com) - Para pejuang ISIS  telah menguasai wilayah utara Baghdad dalam serangan yang sangat dahsyat, dan mengambil alih pusat pabrik senjata kimia Saddam Hussein, ujar seorang pejabat AS mengatakan Kamis,19/6/2014.

"Kami menyadari bahwa ISIS telah menduduki kompleks al-Muthanna," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki dalam sebuah pernyataan. Tapi, Psaki mengatakan tidak berpikir ISIS akan mampu memproduksi senjata kimia yang dapat digunakan dalam perang di Irak, karena bahan yang tersisa kedalu warsa’,  ungkap Psaki.

Kompleks, terletak hanya 45 mil (72 kilometer) barat laut dari Baghdad, mulai memproduksi gas mustard dan saraf lainnya, termasuk Sarin, pada awal tahun 1980,semenjak Saddam Hussein berkuasa, ungkap pejabat CIA.

Program ini diperluas untuk puncaknya selama perang Iran-Irak yang berlangsung dekade lalu, dan menghasilkan 209 dan 394 ton Sarin pada tahun 1987 dan 1988. Namun CIA menulis bahwa fasilitas telah hancur setelah Perang Teluk pertama, ketika resolusi PBB “melarang Irak memproduksi senjata kimia."

Psaki mengatakan, "Kami tetap prihatin tentang direbutnya fasilitas pabrik senjata kimia oleh ISIS”,  tambah Psaki. Namun, ia mengatakan, "kami tidak percaya bahwa kompleks senjata kimia milik militer itu  bisa memproduksi senjata kimia,  dan mustahil memindahkan material dengan aman."

Kepanikan terus melanda   seluruh pejabat keamanan Barat,  sejak jatuhnya kota Mosul, dan disusul dengan dikuasainya kilang minyak terbesar Irak, Bawaiji oleh pasukan ISIS. Sekarang ISIS semakin mendekati ibukota Bagdad. Obama sudah mengambil keputusan melakukan invasi militer ke Irak, mencegah menguasai ibukota Bagdad. (jj/aby/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version