View Full Version
Jum'at, 27 Jun 2014

Warga Palestina Berpawai di Yerusalem untuk Menyambut Ramadhan

YERUSALEM, PALESTINA (voa-islam.com) - Warga Palestina pada Kamis (26/6/2014) berpawai di jalan-jalan Yerusalem Timur dengan mengenakan pakaian tradisional dalam sebuah festival untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

"Kami mengorganisir pawai ini untuk memberikan energi positif kepada orang-orang, membuat mereka merasa hidup kembali," kata Siham Bahri, seorang guru Palestina kepada Anadolu Agency.

Puluhan Muslim Palestina menghadiri upacara untuk menandai bulan puasa mendatang, berpawai dari Salah ad-Din Street ke gerbang Damaskus.

Peserta membawa spanduk bertuliskan "Allah Memberkahi Yerusalem kami, Hormatilah Orang Lansia Anda, Cintai Anak-anak Anda," saat mereka berjalan dan menyanyikan lagu-lagu tradisional.

Awal Ramadan diharapkan akan diumumkan pada Jumat ini sesuai dengan penampakan bulan.

Anna Natch, salah satu penyelenggara dan anggota Ahy Al-Quds Club, mengatakan tujuan pawai ini adalah untuk menunjukkan kepada Israel bahwa Yerusalem adalah tanah Muslim.

"Kami adalah warga nyata Yerusalem meskipun orang-orang Yahudi mengklaim sebaliknya," kata Natch.

Ia mengatakan setiap Ramadan, warga Palestina merasa sedih karena "peningkatan pembatasan yang dikenakan pada mereka dan pendudukan terus menerus oleh Israel."

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Israel telah memberlakukan pembatasan masuknya warga Palestina ke dalam Masjid Al-Aqsa, yang bagi umat Islam merupakan tempat tersuci ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Seorang jenderal Israel mengatakan pekan lalu bahwa tentara Israel merencanakan untuk meningkatkan usaha pembatasan terhadap warga Palestina selama bulan puasa Ramadhan.

"Ramadan 2014 tidak akan seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya," kata Yoav Mordechai, yang mengepalai cabang tentara Israel yang bertugas menjalankan urusan sipil Palestina, seperti dikutip oleh portal berita The Times of Israel.

Ketegangan telah berjalan tinggi di Jerusalem Timur karena apa yang warga Palestina gambarkan sebagai kampanye agresif Israel untuk "Yahudisasi" kota itu dan Masjid Al Aqsa.

Yahudi menganggap kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai "Temple Mount," mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi terkemuka di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Negara Zionis Yahudi ini kemudian menganeksasi kota suci itu pada tahun 1980 - sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional - dan mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi. (st/wb)


latestnews

View Full Version