View Full Version
Sabtu, 10 Jan 2015

AS Peringatkan Lebih banyak Serangan oleh Mujahidin Setelah Insiden di Prancis

AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Departemen Luar Negeri AS telah memperingatkan warga Amerika yang berada di seluruh dunia untuk waspada terhadap "serangan dan aksi kekerasan mujahidin" kepada mereka, menyusul serangan baru-baru ini di Paris.

"Serangan teroris baru-baru ini, baik oleh orang-orang yang berafiliasi dengan entitas teroris (baca;mujahidin), peniru, atau pelaku individual, berfungsi sebagai pengingat bahwa warga AS perlu untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan yang tinggi dan mengambil langkah yang tepat untuk meningkatkan kesadaran keamanan mereka," kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jum'at (9/1/2014).

Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa serangan udara pimpinan AS terhadap kelompok mujahidin di Irak dan Suriah membuat warga dan kepentingan Amerika sebagai target untuk pembalasan, "terutama di Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa dan Asia."

Mujahidin Daulah Islam (IS/ISIS) telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan-serangan di Prancis, mengancam untuk menargetkan AS dan Inggris berikutnya.

"Kami mulai dengan operasi Prancis yang kami mengambil tanggung jawab," Abu Saad al-Ansari, yang berafiliasi dengan kelompok mujahidin, mengatakan dari kota Irak Mosul. "Besok akan berada di Inggris, Amerika dan lain-lain."

Sementara itu, polisi di Paris menewaskan dua bersaudara, hari Jum'at yang diduga berada di balik serangan Rabu di kantor majalah Charlie Hebdo.

Cherif dan Said Kouachi gugur di dalam sebuah baku tembak di gudang percetakan di kota Dammartin-en-goele dekat Bandar Udara Internasional Charles de Gaulle.

Pria bersenjata lain juga gugur setelah ia mengambil beberapa sandera di sebuah supermarket Kohser di Paris. Empat sandera tewas 10 polisi terluka selama operasi penyerbuan oleh aparat keamanan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menawarkan bantuan ke Prancis setelah insiden tersebut. Dia juga berjanji bahwa Washington berada bersama dengan Paris yang memang merupakan kacung AS dalam memerangi mujahidin. (st/ptv)


latestnews

View Full Version