View Full Version
Kamis, 15 Jan 2015

Pengajian Keluarga Muslim di Sevilla Bahas Dampak Makanan Haram

SEVILLA (voa-islam.com) - ''Jadilah konsumen yang beriman, cerdas dan peduli halal untuk melindungi keluarga kita dari dampak buruk akibat mengonsumsi barang haram,’’ demikian pesan yang disampaikan Nurbowo dari Halal Watch, dalam pengajian Keluarga Muslim Sevilla (KMS) di Cluster Sevilla Bumi Serpong Damai (BSD), Ahad (11/01) pagi.

Pengajian bulanan yang berlangsung di rumah Ade Sadaruslan itu diikuti sekitar 100 warga Cluster Sevilla. Di antaranya Ketua Umum Yayasan KMS Ferry Fadlie yang didampingi Sekretaris Robbighfirli, serta Ketua RW dan RT setempat.

Nurbowo memaparkan, konsumsi produk haram berdampak spiritualitas tidak terkabulkannya do’a. Dalam hadits lain Nabi Muhammad SAW mengatakan.

‘’... Ada seorang musafir laki-laki yang rambutnya kusut penuh debu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata, ’Ya Rabbi... ya Rabbi..’ sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dikenyangkan dengan barang haram, maka bagaimana ia akan diterima doanya?’’ (HR. Muslim).

Pangan haram juga dapat mengikis iman. Orang yang nenggak minuman keras (khamar), disebut Nabi SAW sebagai kehilangan keimanannya. "Tidaklah peminum khamar, ketika ia tengah meminum khamar, termasuk orang beriman," pesan Rasulullah SAW (HR Bukhari Muslim).

Dan kalau sudah begitu, maka kapling neraka menjadi tempat kembalinya kelak di akhirat. Seperti diwanti-wantikan Rasulullah SAW, "Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih layak untuknya" (HR At Tirmidzi).

Pengasuh Rubrik Halal di Majalah Tazakka terbitan LAZIS Dewan Dakwah itu melanjutkan, makanan halal juga berpengaruh terhadap kejiwaan. Mengutip Imam Ahmad ra, agar hati mudah menerima kesabaran maka konsumsilah makanan halal" (Thabaqat Al Hanabilah I/219).

Begitupun dengan kejujuran. Ahli tafsir At Tustari memberi kiat: "Siapa yang ingin memiliki tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah" (Ar Risalah Al Mustarsyidin: hal 216).

Menurut hasil penelitian, pemakan babi lama-lama akan ‘’mewarisi’’ sifat-sifat babi seperti lenyapnya decorum (rasa malu dan cemburu). Misalnya perilaku komunitas swinger (tukar-menukar pasangan).

Pemakan babi juga punya kecenderungan untuk memakan daging manusia, seperti pada kasus Sumanto dan Armin Meiwes.

Sumanto, yang sempat dikenal sebagai ‘’Kanibal dari Purbalingga’’ adalah warga Desa Plumutan, Purbalingga, Jawa Tengah, yang telah memakan sedikitnya tiga manusia di Lampung dan kampung halamannya. Sedangkan Meiwes dijuluki ‘’Si Penjagal dari Rottenberg’’ setelah memangsa daging pasangan homoseksualnya yang bernama Bernd Jurgen Brandes (Hamburger Abendblatt edisi 5  Januari 2004).

Di persidangan masing-masing keduanya mengaku, ‘’Daging manusia rasanya mirip daging babi.”

Banyak pertanyaan terlontar dalam sesi diskusi. Misalnya bagaimana menyiapi jallalaah (ternak yang diberi makan kotoran), mendeteksi keaslian label halal, menyikapi self-claim halal, memilih makanan di komunitas yang mayoritas non-Islam, dan lain-lain.

Robbighfirli menuturkan, Cluster Sevilla meliputi 4 RT di wilayah RW 014 Kelurahan Ciater, dan 3 RT di RW 013 Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong.

‘’Jumlah keluarga muslim di Sevilla sekitar 250 KK, hampir seimbang dengan warga non-muslim,’’ kata profesional muda di bidang telekomunikasi itu.

KMS dengan visi “Terbentuknya Keluarga Muslim yang kuat dengan dasar akidah yang lurus berdasar Al-Quran dan As-Sunnah”, aktif sejak Januari 2013. Kegiatannya meliputi pengajian bulanan, bakti sosial, penyaluran dana infaq, dan memakmurkan Ramadhan.

Selain itu ada wadah kaum ibu bernama Majelis Taklim As Sakiina, yang aktivitasnya di bidang spiritual dan sosial.

Saat ini, Yayasan KMS sedang berikhtiar membangun mushola. Untuk itu, warga bergotong royong membebasan lahan seluas 450 m2 di luar cluster.

Bangunan senilai Rp 1 Milyar yang bakal menjadi pusat kegiatan itu sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan Surat Keputusan Walikota Tangerang Selatan No. 645.8/2717-BP2T/2014 tanggal 11 November 2014.

Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan    juga telah menerbitkan Sertifikat Arah Kiblat No.  Kd.28.08/2/BA.01.1/1763/2014 untuk Musholla Cluster Sevilla tertanggal 6 November 2014. [syahid/nurbowo/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version