View Full Version
Kamis, 22 Jan 2015

SITE: Al-Qaidah Sedang Persiapkan Serangan di AS dan Barat

WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Al-Qaidah cabang Yaman menyerukan serangan-serangan serigala tunggal terhadap Amerika Serikat dan Barat dalam sebuah video yang diposting hari Selasa (20/1/2015), beberapa hari setelah kelompok itu menyatakan bertanggung jawab atas serangan di kantor majalah satir penghina Islam, Charlie Hebdo di Paris.

Salah satu ideolog Al-Qaidah Yaman, Nasser bin Ali al-Ansi, mendesak para pendukungnya untuk melakukan apa yang ia sebut "jihad individu," menurut kelompok pemantau SITE, yang melacak mujahidin secara online.

"Kami sedang mempersiapkan dan mengintai untuk musuh-musuh Allah. Kami menghasung orang-orang beriman untuk melakukan itu," kata Ansi seperti dikutip dalam video online.

Dalam video sebelumnya, Ansi mengatakan Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) berada di balik serangan terhadap mingguan satir Prancis Charlie Hebdo, memulai dari tiga hari pertumpahan darah di Prancis yang menewaskan 17 orang tewas.

Pemerintah Barat mengatakan masih belum jelas apakah AQAP langsung mengatur kekerasan itu, meskipun mereka percaya salah satu atau kedua penyerang menghabiskan waktu dengan mujahidin di Yaman.

Dalam rekaman terbaru, yang disajikan dalam format wawancara, Ansi merekomendasikan serangan serigala tunggal karena mereka "lebih berbahaya."

Tapi, jika hal ini tidak praktis, maka para mujahid harus meninggalkan negara-negara Barat daripada hidup di bawah kekuasaan "kafir."

AQAP memiliki track record untuk melancarkan serangan jauh dari basisnya di Yaman, termasuk upaya untuk meledakkan sebuah pesawat Amerika ditas Michigan pada Hari Natal tahun 2009.

Badan-badan intelijen AS menggambarkan AQAP sebagai cabang paling berbahaya dari jaringan mujahidin Al-Qaidah.

Majalah jihad berbahasa Inggris kelompok Al-Qaidah Yaman, Inspire telah mendesak mujahidin untuk melakukan serangan di luar negeri, menyebut pemimpin redaksi Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, yang juga tewas dalam serangan di Paris termasuk di antara daftar target. (ab/AFP)


latestnews

View Full Version