View Full Version
Ahad, 29 Mar 2015

Raja Saudi Bersumpah Lanjutkan Kampanye Militer Terhadap Syi'ah Houtsi sampai Yaman Aman

SHARM EL-SHEIKH, MESIR (voa-islam.com) - Raja Arab Saudi, Salman, pada hari Sabtu (28/3/2015) bersumpah bahwa intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi melawan pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman akan terus berlanjut sampai membawa keamanan untuk orang-orang Yaman.

Kampanye ini akan terus sampai mencapai tujuannya bagi orang-orang Yaman untuk menikmati keamanan, kata raja Salman pada KTT Arab ke 26 di Sharm El-Sheikh, Mesir.

Janji raja itu datang ketika para kepala negara Arab mengatakan operasi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga stabilitas di kawasan itu dan identitas Arab di Yaman.

Para pemimpin Arab juga menyuarakan dukungan mereka yang kuat untuk operasi yang dipimpin Saudi terhadap kelompok pemberontak yang didukung Iran tersebut, mengatakan kudeta Syi'ah Houtsi adalah ancaman tidak hanya bagi keamanan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC), tetapi juga untuk kedamaian dunia Arab dan internasional.

Operasi Decesive Storm, di mana beberapa negara Arab dan internasional mengambil bagian, termasuk Amerika Serikat, muncul setelah para pemberontak Syi'ah Houtsi  bersikeras menghancurkan negara itu dan melayani agenda regional, mereka mengatakan pada pembukaan KTT.

Dalam sambutannya, Raja Salman mengatakan: "Arab Saudi tidak mengecualikan setiap upaya untuk mengatasi situasi di Yaman. Keras kepalanya Houtsi, mengejar kekuasaan dan kontrol, menolak terhadap semua inisiatif dan agresi mereka terhadap rakyat Yaman menyebabkan operasi militer tersebut."

"Para militan Houtsi menjadikan dukungan dari kekuatan asing untuk mengancam keamanan di kawasan itu," katanya.

"Kami berharap tidak menggunakan keputusan (operasi militer) ini... agresi Houtsi adalah ancaman terbesar bagi stabilitas dan keamanan kawasan," kata Raja Salman.

Operasi militer yang dipimpin Saudi terhadap pemberontak Syi'ah Houtsi akan berlanjut sampai keamanan dikembalikan, katanya. (st/arabnews)


latestnews

View Full Version