View Full Version
Selasa, 19 May 2015

Pakistan dan Afghanistan Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Memerangi Taliban

ISLAMABAD, PAKISTAN (voa-islam.com) - Intelijen Afghanistan dan Pakistan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengkoordinasikan perang melawan mujahidin Taliban di kedua negara tersebut.

Badan intelijen Pakistan Inter-Services Intelligence (ISI) dan Direktorat Keamanan Nasional (NDS) Afghanistan telah menandatangani perjanjian tersebut, juru bicara militer Pakistan Mayor Jenderal Asim Bajwa mengatakan di Twitter, Senin (18/5/2015) tanpa menentukan di mana dan kapan MoU tersebut itu ditandatangani.

Menguraikan rincian kesepakatan itu, Bajwa lanjut mengatakan "termasuk berbagi data intelijeb internasional, operasi intelijen bebas dan terkoordinasi di sisi masing-masing."

Perkembangan itu datang dengan latar belakang perjalanan oleh Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif ke Afghanistan pada awal Mei ketika ia menyerukan peningkatan kerjasama antara kedua negara dalam pertempuran melawan mujahidin Taliban.

"Dalam kasus kegiatan teroris (baca;mujahidin), Pakistan dan Afghanistan mempertahankan hak tindakan kontra dalam hubungannya ... Kami sepakat bahwa perdamaian dan stabilitas di kawasan itu akan tetap sulit dipahami sampai ancaman terorisme yang melanda wilayah ini diatasi secara komprehensif," kata Sharif dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di ibukota Afghanistan, Kabul, pada 12 Mei.

Para pejuang Taliban telah meningkatkan serangan di kedua negara dalam beberapa bulan terakhir. Mereka juga sudah memulai yang disebut ofensif musim semi tahunan mereka terhadap pasukan keamanan Afghanistan dan asing dan kedutaan besar asing di seluruh negeri.

Daerah-daerah suku semi-otonomi di perbatasan Pakistan dengan Afghanistan menjadi benteng bagi kelompok-kelompok jihad, termasuk Al-Qaidah dan mujahidin pro-Taliban lainnya, selama tahun-tahun terakhir. Para mujahidin telah menggunakan daerah perbatasan pegunungan itu untuk melancarkan serangan di kedua negara tersebut. (st/ptv)


latestnews

View Full Version