View Full Version
Jum'at, 23 Oct 2015

Koalisi Amerika dan Rusia Melakukan Pemboman Terhadap Raqqa

RAQQA (voa-islam.com) – Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) menerima serangan udara dahsyat dari koalisi pimpinan AS dan Rusia di hari yang sama, dan terpaksa meninggalkan fasilitas minyak mereka di Suriah timur yang hancur akibat serangan udara, dan Raqqa merupakan benteng mereka yang dibombardir oleh pesawat tempur koalisi Amerika dan Rusia, Kami, 22/10/2015.

Pesawat tempur membom Raqqa, yang menjadi basis kekuatan ISIS di Suriah, memukul beberapa pusat kelompok itu, dan menewaskan sedikitnya empat warga sipil di sekitarnya, uangkap warga dan kelompok yang ada di Raqqa.

Seorang warga di kota Raqqa mengatakan kepada Reuters, setidaknya ada 17 serangan udara di jantung Raqqa, dan listrik telah padam di kota Raqqa.

Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia, yang memonitor perang sipil Suriah memiliki jaringan sumber jaringan yang luas dalam negeri Suriah, mengatakan serangan udara menghantam beberapa lokasi yang digunakan oleh ISIS, termasuk bangunan gedung Gubernuran Raqqa.

Siapa yang ngebom Raqqa?

Tidak segera jelas siapa melakukan pemboman atas kota Raqqa? Di mana dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi target oleh serangan udara koalisi yang dipimpin AS dan oleh Rusia, termasuk pesawat tempur pemerintah Suriah. Ini bagian langkah yang sangat intensif yang dilakukan koalisi Amerika, Rusia, dan rezim Bashar al-Assad.

Fasilitas minyak hancur

Sementara itu, serangan udara oleh koalisi pimpinan AS dan Rusia menghancurkan sebuah fasilitas minyak yang dikuasai oleh ISIS dekat kota Deir Ezzor dari, ungkap AFP mengutip juru bicara ISIS hari Kamis.

Rangkaian serangan Rabu terhadap kilang minyak Omar dekat kota Deir Ezzor akan berdampak mempengaruhi kemampuan gerakan ISIS yang sekarang harus menghadapi gempuran dari koalisi Amerika dan Rusia, dan minyak di Raqqa telah menghasilkan dana melalui penjualan minyak, katanya.

"Ada serangan semalam yang diarahkan terhadap kilang minyak Daulah Islamiyiah (ISIS) yang dikendalikan oleh pusat komando dan kontrol di Pentagon", ujar pejabat operasi Amerika Mayor Michael Filanowski kepada wartawan di Baghdad.

"Ada 26 target dan semua 26 telah dilaksanakan", katanya. "Itu akan mempengaruhi kemampuan strategis mereka untuk menghasilkan uang."

Minyak membuat keuntungan ISIS $ 1,7 juta dolar   

Michael Filanowski mengatakan j ISIS diperkirakan menghasilkan melalui eksplorasi ladang minyak Omar adalah antara $ 1.7 juta dolar dan $ 5.100 dolar/per bulan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan memantau serangan udara koalisi di lapangan Omar menghancurkan jaringan pipa dan fasilitas penyimpanan minyak. Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan serangan itu menewaskan seorang warga sipil, dan melukai beberapa warga sipil lainnya dan pejuang ISIS.

ISIS, yang menguasai daerah-daerah luas Suriah dan Irak, sangat bergantung pada produksi minyak untuk membiayai memproklamirkan diri nya "khilafah".

Rusia menghancurkan rute pasokan ISIS

Militer Rusia juga dilakukan serangan udara di sebuah jembatan di atas Sungai Efrat di Suriah yang digunakan oleh ISIS untuk membawa pasokan dari Irak ke Suriah, ungkap kantor berita Rusia RIA mengutip seorang pejabat kementerian pertahanan mengatakan. Pejabat Rusia, Kolonel Jenderal Andrei Kartapolov, mengatakan jembatan itu kini tidak dapat dilalui, akibat serangan dan hancur.

Koalisi Amerika dan Rusia terus melakukan serangan udara ke posisi-posisi strategis kelompok-kelompok yang memerangi Bashar al-Assad.

Amerika dan Rusia dengan dibantu oleh milisi Syiah dan pasukan Bashar al-Assad terus berusaha mengambil alih wilayah-wilayah yang sudah jatuh ke tangan ISIS. Amerika dan Rusia menghancurkan logistik ISIS yang menjadi tulang punggung gerakan mereka. (afgh/aby/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version