View Full Version
Selasa, 03 May 2016

Norwegia Akan Kirim Pasukan Ke Suriah untuk Latih Pasukan Anti-Islamic State (IS)

OSLO, NORWEGIA (voa-islam.com) - Norwegia telah mengumumkan rencana untuk mengirimkan 60 tentara ke Yordania untuk melatih pejuang oposisi untuk perang Suriah, beberapa hari setelah AS mengumumkan pengerahan pasukan khusus ke negara Arab tersebut.

Perdana Menteri Erna Solberg mengatakan hari Senin (3/5/2016) Parlemen Norwegia perlu berkonsultasi jika pasukan dari negara Skandinavia itu beroperasi di dalam Suriah.

Menteri Pertahanan Ine Marie Eriksen Soreide tidak mengidentifikasi kelompok pejuang oposisi Suriah yang akan dilatih oleh tentara Norwegia, mencatat bahwa mereka telah dipilih mengikuti proses seleksi "menyeluruh dan sistematis".

"Salah satu syarat untuk dukungan kami adalah bahwa operasi mereka diarahkan melawan IS dan bahwa mereka tidak merugikan salah satu upaya perdamaian saat ini di Suriah," kata Soreide.

Menurut kepala pertahanan Norwegia, penyebaran ke Yordania datang sejalan dengan permintaan dari koalisi pimpinan AS yang konon memeranig IS.

"Pertempuran itu sendiri akan dilakukan oleh orang lain, tapi kami dapat membantu dengan meningkatkan kemampuan tempur mereka," katanya.

Norwegia mengumumkan keputusan itu setelah AS mengatakan bulan lalu bahwa negara itu akan mengirim tambahan 250 personil militer khusus ke Suriah, meningkat jumlah pasukan Amerika di negara yang dilanda perang itu menjadi 300.

Laporan mengatakan 150 tentara AS baru-baru ini telah memasuki Rumeilan bandara di timur dari Suriah. Damaskus telah mengecam keras penyebaran tersebut.

Norwegia sebelumnya telah mengirim 120 tentara ke Irak utara dengan tujuan yang dinyatakan melatih pasukan pemerintah Irak serta pejuang Kurdi Peshmerga memerangi IS.

Sejak September 2014, Washington bersama dengan beberapa sekutunya telah melakukan serangan udara terhadap apa yang dikatakan posisi-posisi IS di Suriah tanpa izin dari pemerintah di Damaskus, atau mandat PBB.

Kampanye di Suriah adalah perpanjangan dari serangan udara yang dipimpin AS terhadap posisi yang sama di Irak, yang dimulai pada bulan Agustus tahun 2014.

Namun, analis mengatakan kampanye pimpinan AS telah gagal untuk mengusir Islamic State, yang telah menyita petak besar dari tanah di Irak dan Suriah. (st/ptv)


latestnews

View Full Version