View Full Version
Ahad, 30 Oct 2016

Erdogan: Pelaku Kudeta Turki Akan Segera Mendapatkan Hukuman Mati

ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemerintahannya bermaksud untuk menghidupkan kembali hukuman mati sebagai cara menghukum mereka yang berada dibalik kudeta gagal pertengahan Juli.

Erdogan mengatakan hari Sabtu (29/10/2016) bahwa pemerintah akan mengajukan proposal ke parlemen untuk menghidupkan kembali hukuman mati dua tahun setelah negara itu menghapuskan hukuman mati untuk mempercepat tawaran untuk bergabung dengan Uni Eropa.

"Pemerintah kami akan mengambil ini (usulan hukuman mati) ke parlemen. Saya yakin bahwa parlemen akan menyetujui hal itu, dan ketika datang kembali ke saya, saya akan meratifikasinya," kata Erdogan dalam suatu upacara untuk meresmikan stasiun kereta api berkecepatan tinggi di ibukota, Ankara.

Satu hari setelah kudeta 15 Juli terhadap Erdogan dinyatakan berakhir, Turki mulai meluncurkan tindakan keras terhadap mereka yang diyakini telah memainkan peran dalam upaya pemberontakan yang gagal tersebut. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari 35.000 orang telah ditangkap sementara setidaknya 80.000 telah ditangguhkan atau dipecat dari posisi mereka di institusi militer dan publik.

Penumpasan besar-besaran telah memicu kritik, terutama dari pemerintah Uni Eropa yang mengatakan Turki telah bertindak di luar aturan hukum dalam memburu komplotan. Ankara menolak tuduhan itu, mengatakan mereka akan terus pembersihan itu sampai menemukan setiap orang yang terkait Fethullah Gulen, seorang cendekiawan yang berbasis di Amerika Serikat yang Turki katakan mendalangi kudeta tersebut.

Dalam sambutannya hari Sabtu, Erdogan menolak tekanan Uni Eropa dan mengatakan menghidupkan kembali hukuman itu permintaan populer ketika orang semakin mendesak pemerintah untuk membawa para pemberontak ke pengadilan.

"Barat mengatakan ini, Barat mengatakan itu. Maaf, tapi yang penting adalah bukan apa yang dikatakan Barat. Yang penting adalah apa yang orang-orang saya katakan," katanya.

"Segera, segera, jangan khawatir. Ini terjadi segera, insya Allah," Erdogan menambahkan, di tengah teriakan "Kami ingin hukuman mati!" Oleh orang banyak. (st/ptv)


latestnews

View Full Version