View Full Version
Ahad, 25 Jun 2017

Masa Penyembah Sapi Brutal Bantai Muslim yang Mereka Tuduh Membawa Daging Sapi

NEW DEHLI, INDIA (voa-islam.com) - Polisi India hari Sabtu (24/6/20170 mengatakan satu orang ditangkap setelah massa penyembah sapi menikam seorang remaja Muslim sampai mati karena dituduh membawa daging sapi.

Sapi dipuja oleh orang Hindu India, dan menyembelih mereka serta kepemilikan atau konsumsi daging sapi dilarang di sebagian besar negara bagian India, dengan beberapa hukuman seumur hidup yang memberatkan karena melanggar hukum tersebut.

Junaid Khan, 15, sedang bepergian dari New Delhi pada hari Jum'at dengan tiga saudara laki-lakinya saat sebuah perkelahian meletus di atas tempat duduk.

Antara 15 sampai 20 orang mengeluarkan pisau dan menusukkan pada ketiga bersaudara tersebut sambil membuat komentar anti-Muslim dan bersikeras menuduh bahwa salah satu dari paket yang mereka bawa berisi daging sapi.

Sementara Khan ditikam sampai mati, saudaranya Shakir menderita luka di tenggorokan, dada, dan tangan, kata polisi.

Saudara laki-laki lain, Hassem, mengatakan kepada wartawan bahwa massa penyembah sapi tersebut mengabaikan permohonan berulang mereka bahwa mereka tidak membawa daging sapi apapun.

Insiden tersebut merupakan serangan terbaru oleh warga Hindu di India, di mana telah terjadi serentetan serangan terhadap Muslim dan Dalit kasta rendah.

Dalam dua tahun terakhir, hampir selusin pria Muslim dibantai di seluruh negeri karena dituduh memakan daging sapi atau menyelundupkan sapi.

Para Kritikus mengatakan para penyembah sapi di negara telah semakin berani untuk melakukan tindakan anarkis main hakim sendiri menyusul terpilihnya partai sayap kanan Perdana Menteri Narendra Modi Bharatiya Janata pada tahun 2014.

Tahun lalu, Modi mengkritik para warga pelindung sapi dan mendesak sebuah tindakan keras terhadap kelompok yang menggunakan agama sebagai cover ketika mereka melakukan kejahatan. (st/ptv)

Foto: Pelhu Khan, tewas dibantai oleh para penyembah sapi brutal di Jaipur India 6/4/ 2017.


latestnews

View Full Version