View Full Version
Sabtu, 12 Aug 2017

Filipina Telah Habiskan 783 Miliar Untuk Bebaskan Kota Marawi dari Afiliasi Islamic State (IS)

MARAWI, FILIPINA (voa-islam.com) - Biaya yang telah dihabiskan untuk membebaskan Kota Marawi dari afiliasi Islamic State (IS) sekarang mencapai 3 miliar Peso (-+Rp 783 miliar).

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan kepada wartawan di sela-sela forum mengenai krisis Marawi dan darurat militer di National Defence College of Philippines (NDCP) bahwa Angkatan Darat sendiri telah menghabiskan P1.3 miliar dalam operasinya melawan Grup Maute, sebuah kelompok lokal yang bersumpah setia kepada IS.

"Saya pikir kita telah menghabiskan P2.5 miliar sampai P3 miliar sejak awal," kata Lorenzana.

"Mudah-mudahan, kita bisa meminta Kongres untuk menambah dana yang diambil dari proyek lain," tambahnya, memperkirakan total biaya operasional yang dikeluarkan oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara di Marawi.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa lebih banyak dana dibutuhkan untuk peralatan, amunisi, kacamata penglihatan malam dan rompi anti peluru.

Lorenzana mengatakan bahwa berdasarkan penilaian komandan militer lapangan, perang Marawi bisa berlanjut selama satu atau dua bulan lagi.

 

Tidak terburu-buru

"Tapi Presiden mengatakan bahwa militer tidak perlu mempercepat penyelesaian konflik karena kita akan kehilangan lebih banyak tentara jika kita mempercepatnya," katanya.

"Kami juga tidak ingin orang-orang yang terjebak di ground zero untuk terbunuh," klaimnya.

Lorenzana mengatakan bahwa dia berencana untuk meminta Kongres untuk menaikkan anggaran bagi departemen pertahanan guna meningkatkan operasi pengumpulan intelijen melalui peralatan baru, terutama pesawat tak berawak dengan kemampuan pengenalan wajah.

Amerika Serikat baru-baru ini menyumbangkan pesawat Cessna dengan kemampuan ISR (intelijen, pengawasan dan pengintaian) ke Filipina. Itu adalah "pertolongan besar," kata Lorenzana.

Departemen Anggaran dan Manajemen telah menyisihkan P20 miliar untuk rehabilitasi kota yang dikepung tersebut.

Sekretaris Anggaran Benjamin Diokno mengatakan dana rehabilitasi tersebut akan dilepas dalam tiga tahap sampai 2019- P5 miliar tahun ini, P10 miliar pada 2018 dan P5 miliar pada 2019.

Namun Diokno mengatakan dana tambahan bisa diinfuskan pada 2019 tergantung kebutuhan.

Sumber dana

Dana tambahan tersebut, katanya, bisa berasal dari donor asing dan anggaran berbagai instansi pemerintah, termasuk Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan, Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH) dan Angkatan Bersenjata Filipina.

Dana rehabilitasi tersebut disisihkan menyusul terbentuknya Task Force Bangon Marawi, dipelopori oleh DPWH dan disadap untuk membuat master plan untuk merekonstruksi Marawi.

Sekretaris Keuangan Carlos Dominguez III juga menaikkan kemungkinan menerbitkan sekuritas utang P30 miliar atau "obligasi patriotik" untuk membantu mendanai usaha rekonstruksi di Marawi.

Dominguez menugaskan bendahara nasional Rosalia de Leon dengan mempelajari rincian obligasi tersebut.

Pihak militer mengatakan bahwa pengikut IS yang bersembunyi di Marawi masih hidup dan berada di zona perang.

Kapten Jo-ann Petinglay, juru bicara Gabungan Task Force Marawi, mengatakan bahwa saudara laki-laki Omar dan Abdullah Maute dan pemimpin Abu Sayyaf Isnilon Hapilon masih memimpin pasukan mereka di dalam area seluas 1 kilometer persegi di mana pertempuran tersebut dipusatkan.

Hapilon diakui sebagai kepala IS di Mindanao.

Petinglay mengatakan, para pemimpin IS dan orang-orang bersenjata menggunakan terowongan untuk menyembunyikan dan menghindari serangan udara militer. (st/Inquarer)

Share this post..

latestnews

View Full Version