View Full Version
Ahad, 24 Sep 2017

Pembom Jibaku Taliban Targetkan Konvoi Pasukan NATO di Ibukota Kabul Afghanistan

KABUL, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Pejuang Taliban telah menargetkan sebuah konvoi militer pasukan NATO asal Denmark di ibukota Afghanistan, Kabul. Tidak ada laporan korban di antara pasukan asing namun setidaknya tiga warga sipil menderita luka-luka.

Pejabat Afghanistan mengatakan insiden tersebut terjadi pada hari Ahad (24/9/2017) pagi saat seorang pembom menyerang sebuah konvoi NATO di distrik kelima Kabul.

"Sekitar pukul 11:02, seorang pembom mobil jibaku meledakkan dirinya, menargetkan sebuah konvoi pasukan asing di dekat lingkungan Afshar di kota Kabul," kata Najib Danish, juru bicara kementerian dalam negeri, kepada AFP. "Sayangnya akibat serangan tersebut, tiga warga sipil Afghanistan terluka."

Saluran televisi Afghanistan Tolo News dan Reuters, bagaimanapun, menempatkan jumlah korban sipil pada angka lima.

Sebuah gambar yang diambil dari sebuah video yang dirilis oleh Reuters menunjukkan lokasi serangan bom mobil terhadap sebuah konvoi militer NATO di Kabul pada tanggal 24 September 2017.

Kapten William Salvin, juru bicara misi pimpinan NATO di Afghanistan, mengkonfirmasi serangan terhadap konvoi militer tersebut dan mengklaim bahwa tidak ada korban di antara tentara tersebut.

Dalam pesan yang diposting di Twitter, Taliban mengklaim telah membunuh dan melukai hingga 16 tentara Amerika dalam serangan bom hari Ahad. Lebih dari 16 tahun setelah invasi pimpinan AS ke Afghanistan, keamanan tetap rapuh.

Pasukan pimpinan AS mengalihkan tanggung jawab keamanan ke pasukan Afghanistan pada tahun 2014, meskipun sekitar 13.000 tentara NATO, kebanyakan dari mereka, masih ditempatkan di Afghanistan.

Taliban, yang memerintah negara itu sebelum invasi 2001, dilaporkan menguasai wilayah di selatan dan utara.

Kelompok afiliasi Islamic State (IS) juga baru-baru ini muncul di Afghanistan.

Presiden AS Donald Trump telah mengizinkan pengerahan 4.000 tentara AS lainnya di Afghanistan dan telah berulang kali mendesak anggota NATO lainnya untuk berkontribusi lebih banyak. (st/ptv) 


latestnews

View Full Version