View Full Version
Kamis, 23 Nov 2017

Laporan: Pangeran dan Pejabat Saudi yang Ditahan Terancam Dipenjara Jika Tidak Serahkan Kekayaan

RIYADH, ARAB SAUDI (voa-islam.com) - Para pangeran dan pejabat Saudi yang ditangkap dalam pembersihan massal Kerajaan bisa diadili dan dipenjara di penjara keamanan tertinggi di kerajaan tersebut, Al-Ha'ir, jika mereka tidak melepaskan aset finansial mereka, Wall Street Journal mengutip perkataan sumber Saudi.

"Beberapa tahanan telah menyerah pada tekanan dan dapat dilepaskan pada masa percobaan dan tahanan rumah yang dipaksakan sampai dana dipindahkan dari rekening mereka," kata surat kabar tersebut.

Menurut surat kabar tersebut, Putra Mahkota Mohammed Bin Salman yang memimpin kampanye anti-korupsi secara pribadi mengawasi negosiasi dengan para tahanan dan telah menjadi pengunjung reguler ke Hotel Ritz-Carlton di Riyadh di mana mereka ditahan.

"Bin Salman bepergian dengan beberapa penasihat terpercaya dan menghabiskan beberapa jam di setiap kunjungan, menurut seorang pejabat Saudi," kata surat kabar tersebut.

Menurut sumber Saudi, Putra Mahkota telah bernegosiasi dengan para tahanan di Ritz-Carlton selama dua pakan untuk menyerahkan sebagian besar kekayaan mereka sebagai imbalan atas kebebasan mereka.

Wall Street Journal mencatat bahwa komisi penyelidikan menginginkan sekitar 70 persen kekayaan tahanan mencatat bahwa lebih dari 2.000 akun telah dibekukan sejauh ini. "

 Surat kabar tersebut mengatakan bahwa "sebagian besar kekayaan tahanan berada dalam rekening di luar negeri, sehingga menyulitkan pemerintah Saudi untuk menyita mereka melalui jalur legal."

Pekan lalu, Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa pihaknya mengikuti kesepakatan pemerintah Saudi yang ditawarkan kepada para pangeran dan pengusaha yang ditangkap awal bulan ini karena tuduhan korupsi.

Sebelumnya, British Financial Times melaporkan bahwa kesepakatan dengan para pangeran kemungkinan menyertakan janji kesetiaan kepada Mohamed Bin Salman. (st/MeMo) 


latestnews

View Full Version