View Full Version
Kamis, 14 Feb 2019

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Polisi Turki yakin jenazah wartawan Saudi Jamal Khashoggi yang terbunuh mungkin telah dibakar, kata kantor berita pemerintah Turki Anadolu, Kamis (14/2/2019), mengutip laporan polisi.

Khashoggi, seorang kritikus Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, terbunuh di konsulat Saudi di Istanbul oleh sebuah tim pembunuh Saudi pada 2 Oktober, memprovokasi kecaman internasional.

Konsulat Saudi memiliki dua sumur dan tungku gas dan lantai kayu yang dapat mencapai panas lebih dari 1.000 derajat, menghancurkan jejak DNA apa pun, kata Anadolu pada hari Kamis, mengutip sebuah laporan oleh polisi Turki.

Setelah membuat banyak pernyataan kontradiktif tentang nasib Khashoggi, Riyadh mengatakan ia telah terbunuh dan tubuhnya terkoyak ketika negosiasi untuk membujuknya kembali ke Arab Saudi gagal.

Polisi meyakini informasi yang diperoleh dalam penyelidikan mengindikasikan bahwa mayat Khashoggi yang terpotong-potong mungkin telah dibakar, kata Anadolu.

Meskipun penyelidikan Turki memeriksa konsulat kerajaan di Istanbul, kediaman konsul dan beberapa lokasi lainnya, mayat Khashoggi belum ditemukan.

Pembunuhan Khashoggi telah membuat hubungan yang sangat tegang antara Turki dan Arab Saudi, meskipun Presiden Turki Tayyip Erdogan memiliki hubungan baik dengan raja Saudi, Raja Salman.

Erdogan mengatakan pembunuhan Khashoggi diperintahkan oleh tingkat tertinggi kepemimpinan Saudi dan telah berulang kali meminta pejabat Saudi untuk mengidentifikasi "kolaborator lokal" yang terlibat dalam pembunuhan itu. Riyadh telah menolak tuduhan bahwa putra mahkota terlibat.

Rekaman dari laporan polisi yang ditayangkan di televisi Turki menunjukkan seorang pria yang diyakini sebagai peniru Khashoggi berjalan bersama seorang pria yang menurut polisi adalah "kolaborator lokal" dalam kasus tersebut. Identitas pria itu tidak segera jelas.

Polisi Turki juga percaya Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi, mungkin menjadi korban kedua dalam pembunuhan itu jika dia memasuki konsulat Saudi dengan Khashoggi, kata Anadolu. (st/Reuters)


latestnews

View Full Version