View Full Version
Kamis, 25 Apr 2019

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

KOLOMBO (voa-islam.com) - Semua gereja Katolik Sri Lanka telah diperintahkan untuk tetap tertutup dan menangguhkan layanan sampai keamanan membaik pasca serangan pemboman Paskah yang mematikan, kata seorang imam senior kepada AFP, Kamis hari ini (25/4/2019).

"Atas saran pasukan keamanan kami menutup semua gereja," kata imam itu, sembari menambahkan, "Tidak akan ada kerumunan massa publik sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut

Sebelumnya, pasca insiden pemboman di Sri Lanka, Presiden negara itu langsung menyerukan pengunduran diri pejabat tinggi keamanan.

Presiden Sri Lanka telah meminta pengunduran diri menteri pertahanan dan kepala polisi nasional, setelah pasukan keamanan gagal mengambil tindakan untuk mencegah serangan.

Masih belum jelas siapa yang akan menggantikan mereka.

Pada hari Rabu, Polisi Sri Lanka mengatakan penyelidikan mengkonfirmasi ada sembilan pembom bunuh diri, di antaranya delapan telah diidentifikasi.

Salah satu dari sembilan pembom adalah seorang wanita, kata wakil menteri pertahanan Ruwan Wijewardene kepada wartawan, Rabu kemarin.

Lebih dari 100 orang kini telah ditangkap di negara itu sehubungan dengan ledakan hari Ahad Paskah, kata Wijewardene.[fq/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version