View Full Version
Jum'at, 26 Apr 2019

Inggris akan Bangun Dinding Baja untuk Lindungi Kunjungan Trump

LONDON (voa-islam.com) - Otoritas Inggris sedang merencanakan membangun tembok besar di lokasi peringatan Perang Dunia II untuk melindungi Presiden AS Donald Trump selama kunjungan kenegaraannya ke lokasi itu pada Juni mendatang.

Pemimpin dewan lokal di kota Portsmouth di Inggris selatan mengungkapkan pada hari Kamis kemarin (25/4/2019) bahwa pihak berwenang akan mengelilingi lokasi acara untuk menandai peringatan ke-75 pendaratan D-Day di kota itu dengan dua pagar baja lapis keamanan untuk mencegah publik dari mencapai situs tempat Trump akan hadir bersama ratu Inggris untuk menghadiri peringatan tersebut.

Gerald Vernon-Jackson, seorang Demokrat Liberal, menyatakan kemarahannya yang besar terhadap rencana tersebut, dengan mengatakan itu akan membuat masyarakat tidak membayar upeti mereka kepada para veteran perang.

"Upacara itu sendiri akan berada di belakang tembok pembatas baja yang kokoh sehingga orang tidak akan dapat melihat ke dalamnya dan sekarang akan menjadi undangan saja," kata Vernon-Jackson, menambahkan bahwa pemerintah Inggris jelas khawatir tentang protes menentang Trump yang dapat mempengaruhi memorial.

Kepala negara dari 14 negara yang terlibat dalam D-Day, hari pada tahun 1944 yang menandai dimulainya pertempuran untuk membebaskan Eropa barat laut dari pendudukan Jerman, juga akan hadir dalam upacara peringatan.

Namun, pihak berwenang telah meningkatkan langkah-langkah keamanan menjelang kunjungan Trump ke Inggris, yang direncanakan pada 3-5 Juni, karena semakin banyak politisi dan pegiat menyerukan aksi protes besar-besaran di ibu kota London dan kota-kota lainnya.

Istana ratu Inggris dan kantor pemerintah mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa Trump akan datang ke Inggris dalam kunjungan kenegaraan penuh, yang berarti bahwa formalitas besar dan keramahan pemerintah akan terlibat.

Kunjungan itu terjadi kurang dari setahun setelah Trump melakukan perjalanan ke Inggris untuk kunjungan kerja dengan latar belakang kecaman dari publik.

Anggota parlemen dan tokoh-tokoh terkemuka mengatakan presiden AS itu tidak boleh disambut di Inggris mengingat catatan suram pemerintahannya.[fq/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version