View Full Version
Rabu, 25 Mar 2020

Orang Bersenjata Tak Dikenal Serbu Kuil Sikh-Hindu di Kabul Afghanistan, 200 Disandera

KABUL, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Orang-orang bersenjata tak dikenal telah menyerang sebuah kuil Sikh-Hindu di ibukota Afghanistan, Kabul, yang menyandera 200 penyembah.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Tariq Arian mengatakan pada hari Rabu (25/3/2020) bahwa pasukan keamanan Afghanistan telah memblokir daerah itu dan memerangi orang-orang bersenjata dalam upaya untuk menyelamatkan para sandera.

"Orang-orang terjebak di dalam gedung dan (pasukan keamanan) berusaha menyelamatkan mereka," kata Arian.

Narender Singh Khalsa, seorang anggota parlemen yang mewakili komunitas Sikh, mengatakan dia memiliki laporan bahwa hingga 200 orang terperangkap di dalam kuil dalam serangan itu, yang dimulai pagi-pagi sekali.

TOLOnews di Afghanistan mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa setidaknya 10 orang telah terbunuh dan lebih dari 10 lainnya terluka dalam konflik yang sedang berlangsung.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sikh adalah minoritas agama kecil di Afghanistan. Sekitar 1.000 orang Sikh dan Hindu diperkirakan tinggal di negara yang mayoritas penduduknya Muslim.

Pada 2018, serangan bom yang menargetkan komunitas Sikh menewaskan lebih dari selusin orang di kota Jalalabad, Afghanistan timur. Kelompok Islamic State mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan yang berlangsung itu terjadi sehari setelah Amerika Serikat mengatakan akan memotong satu miliar dolar bantuan ke Afghanistan, menyuarakan kekecewaan bahwa para pemimpin saingan di negara itu gagal membentuk pemerintah yang inklusif.

Afghanistan saat ini terperosok dalam kebuntuan politik, dengan mantan pejabat Abdullah Abdullah mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden yang secara resmi dimenangkan oleh Presiden Ashraf Ghani.

AS mencapai kesepakatan dengan Taliban pada Februari untuk mulai menarik pasukan. Tetapi para jihadis tidak berhenti menargetkan sasaran pemerintah.

Afghanistan juga sedang berjuang untuk mengatasi penyebaran virus Corona baru. (ptv)


latestnews

View Full Version