View Full Version
Ahad, 08 Nov 2020

Umat Kompak Tolak Karikatur Nabi, Ismail Haniyah: Semangatnya Perlu Terus Dikobarkan Bela Palestina

JAKARTA (voa-islam.com)--Kepala Biro Politik HAMAS (Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah) atau Gerakan Pertahanan Islam di Gaza, Palestina Ismail Haniyah mengapresiasi persatuan umat Islam dunia dalam menentang kasus karikatur Nabi Muhammad di Prancis.

“Kita bisa lihat di berbagai negara, semangat umat Islam memprotes karikatur Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Umat Islam berjuang membela Nabi Muhammad ketika beliau dinistakan,” kata Ismail pada Konferensi Virtual Aktivis Palestina Internasional, Sabtu (7/11/2020).

Semangat persatuan ini, lanjut Ismail, perlu dikobarkan juga untuk membela tanah yang sangat dimuliakan yakni Palestina. “Serta Masjid Al-Aqsha dan juga untuk menjaga masjidil Aqsha dan Al-Quds yang merupakan masjid kedua umat Islam. Dengan semanat ini, kita insyaallah akan memenangkan pertarungan,” ujar Ismail.

Saat ini, jelas Ismail, bangsa Palestina tengah menghadapi dua persoalan besar yakni normalisasi dan aneksasi. Disebutkan dua ancaman ini mempersulit kondisi rakyat Palestina.

Normalisasi dan aneksasi ini adalah upaya menghapuskan persoalan Palestina dari perpolitikan dunia. “Setidaknya normalisasi dan aneksasi yang dilakukan mereka membuat kita seakan-akan tidak bisa lagi memperjuangkan Palestina,” ungkapnya.

“Dengan normalisasi ini sehingga mereka menganggap Israel ini tetangga mereka. Bahwa tidak ada masalah apa-apa antara negara-negara Arab di sekitar Palestina dengan Israel. Dan ini sesungguhnya persoalan yang berat. Kita harus merespon normalisasi,” tambah Ismail.

Salah satu upaya melawan normalisasi dan aneksasi Israel adalah dengan membangu kekuatan. “Tetapi bukan hanya kekuatan regional, kekuatan yang dibangun skala internasional. Kita semua harus bersatu seluruh umat Islam yang ada di dunia untuk melawan penjajahan ini. Hendaknya kita menghentikan permusuhan yang terjadi di internal kita,” jelas Ismail.* [Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version