View Full Version
Sabtu, 12 Dec 2020

Pendukung Klub Sepak Bola Israel Beitar Jerusalem Berkelahi Satu Sama Lain Terkait Investasi UEA

TEL AVIV, ISRAEL (voa-islam.com) - Pendukung tim sepak bola top Israel Beitar Jerusalem, yang terkenal karena basis penggemar anti-Arabnya, berkelahi satu sama lain pada Jum'at (11/12/2020) atas investasi Uni Emirat Arab (UEA) di klub tersebut, kata wartawan AFP.

Seorang anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, Hamad bin Khalifa Al-Nahyan, menandatangani "perjanjian kemitraan" senilai $ 92 juta pada hari Senin dengan pemilik klub Moshe Hogeg.

Pada hari Jum'at, di sela-sela latihan para pemain, para fans yang mendukung investasi itu diserang oleh belasan pendukung kelompok pendukung sayap kanan "La Familia", yang menentang kesepakatan itu.

"Polisi menangkap empat orang berusia antara 18 hingga 29 tahun yang terlibat dalam kerusuhan publik," kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld dalam sebuah pernyataan.

Penggemar Beitar Jerusalem secara historis dianggap anti-Muslim dan anti-Arab, dengan kelompok "La Familia" yang dikenal karena nyanyiannya yang menentang Nabi Muhammad.

Klub divisi pertama itu adalah satu-satunya tim Israel yang tidak pernah menurunkan pemain Arab.

Tetapi telah berupaya untuk mengubah citranya dalam beberapa tahun terakhir, dan pada 2017 menerima penghargaan atas perjuangannya melawan rasisme.

Investasi di klub datang setelah Israel menjalin hubungan dengan Uni Emirat Arab, menandatangani kesepakatan bersama dengan Bahrain di Washington pada September.

Sejak itu, UEA dan Bahrain telah menandatangani banyak kesepakatan dengan Israel, mulai dari pariwisata hingga penerbangan dan layanan keuangan.

Hamad bin Khalifa Al-Nahyan membeli sekitar setengah dari Beitar dengan imbalan menginvestasikan 300 juta shekel ($ 92 juta) di klub tersebut selama dekade berikutnya, kata klub itu dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

"Kami sangat senang dengan keputusan ini dan memahami peluang luar biasa yang bisa dimiliki Beitar Jerusalem dengan uang itu," kata Maor Yifrah, seorang pendukung berusia 26 tahun, yang mengenakan kerudung dari Dubai.

"Kami dapat mengambil jalan baru yang akan membawa kami kejuaraan dan trofi," kata Yifrah kepada AFP, seraya menambahkan bahwa "seluruh Eropa akan mendengar dari kami."

Namun, para pendukung "La Familia" mengkritik investasi tersebut.

Beberapa menulis komentar marah di media sosial, termasuk menyerukan agar nama Beitar Jerusalem diubah menjadi Beitar "Mohammed". (TNA)


latestnews

View Full Version