View Full Version
Jum'at, 19 Feb 2021

Kesaksian Anak-anak Palestina tentang Pengalamannya Saat di Penjara

PALESTINA (voa-islam.com)--Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan mengeluarkan laporan dari 5 mantan tahanan Palestina yang berbicara tentang apa yang mereka hadapi di dalam penjara Israel, seperti kekerasan fisik dan gangguan mental saat ditangkap dan diselidiki.

Pasukan Israel menangkap seorang anak Palestina Mustafa Salama (17) setelah menggerebek rumahnya di Qalqilya. Puluhan orang menyerangnya dengan senjata dan menariknya ke jip militer.

“Pasukan Israel menginjak saya dengan sepatu mereka dan memukuli saya dengan sangat keras. Oleh karena itu, saya kehilangan kesadaran. Ketika saya bangun, saya menemukan diri saya berada di dalam pusat penahanan Kishon. Saya diperiksa selama berjam-jam  di kursi kecil. Lalu saya dipindahkan ke penjara Megiddo,” kata Salama.

Mohammed Zalloum (17) melaporkan, “Pasukan Israel menggerebek rumah saya, memukuli saya dengan sangat keras dan menangkap saya. Akibatnya, saya muntah. Kemudian saya dipindahkan ke Ashkelon.”

Dia menyebutkan bahwa ketika dia berada di dalam sel penjara Ashkelon, para sipir menyelidikinya dan dengan sengaja memindahkannya ke sebuah ruangan tanpa kamera sehingga mereka dapat menyerangnya dengan kejam.

Cerita menyedihkan lainnya datang dari Hani Zamilat (17) dari Jenin. Ia mengeluhkan sulitnya kondisi penyelidikan di pusat penahanan Kishon. Saat menyelidiki, 4 sipir memukulinya dengan tongkat yang menyebabkan beberapa luka. Akibatnya, dia dipindahkan ke rumah sakit dan kemudian dipindahkan kembali ke penjara.

Majd Waary (17) menghadapi penyelidikan yang keras di dalam penjara Israel di mana dia diselidiki selama berjam-jam sambil diikat di kursi kecil. Para detektif mempermalukannya dan menampar wajahnya.

Penindasan juga diderita Monir Arqoub (17).  Ia juga bersaksi bahwa sekelompok pasukan Israel menangkapnya di dekat penghalang militer. Mereka menyerangnya, memukulinya dengan sangat keras, menariknya ke jip, kemudian memindahkannya ke kamp terdekat di mana dia menderita kedinginan dan kurang tidur. Keesokan harinya, dia dipindahkan ke penjara Ofer dan kemudian ke Megiddo.

Jumlah anak yang ditangkap oleh Israel berjumlah sekitar 170 orang. Kebanyakan dari mereka mengalami penyiksaan dan penindasan.*

Sumber: Safa


latestnews

View Full Version