View Full Version
Sabtu, 20 Mar 2021

UNAMI: Lebih Dari 300 Anak Dan 500 Istri Pejuang Islamic State Ditahan Di Irak

AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Kantor Hak Asasi Manusia dari Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Irak (UNAMI) telah mengungkapkan bahwa lebih dari 300 anak dan 550 wanita warga negara asing telah dipenjara sejak pembebasan kota-kota Irak yang sebelumnya dikendalikan oleh Islamic State (IS).

Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh saluran berita Alsumaria TV, UNAMI menyatakan: "Tiga tahun setelah kekalahan telak dari elemen-elemen Islamic State dan pembebasan kota-kota Irak dari cengkeraman mereka, anak-anak dan istri pejuang Daesh (sebutan lain untuk IS) masih terdampar tanpa dapat kembali ke negara mereka atau dibebaskan untuk memiliki kehidupan normal lagi. "

Badan PBB itu mengindikasikan bahwa sebagian besar negara menolak untuk menerima warga negara mereka yang memiliki hubungan dengan IS di Irak, termasuk Australia, Jerman, Prancis, di antara negara-negara lain, meninggalkan Irak yang bertanggung jawab atas anak-anak mereka.

Pemerintah Baghdad menolak untuk memberikan kewarganegaraan anak-anak Islamci State dengan dalih bahwa prosedur ini ilegal. Namun, pihak berwenang berkewajiban menahan mereka di penjara dan memberi mereka makanan sampai mencapai kesepakatan untuk mengembalikan orang asing ke negara mereka.

Hanya dua negara yang setuju untuk menerima sejumlah anak Islamic State, Turki dan Azerbaijan, karena Ankara menerima sekelompok anak dengan ayah Turki beberapa bulan lalu. Sementara itu, pemerintah Baku memulangkan 212 anak IS dari pejuang berkebangsaan Azeri yang ditahan bersama ibu mereka, dipenjara oleh pengadilan Irak dengan tuduhan bergabung dengan organisasi jihadis.

Pengadilan Irak mengadili pejuang Islamic State lokal dan asing sesuai dengan Pasal 4 Undang-Undang Anti-Jihadis yang menetapkan hukuman mati bagi siapa saja yang melakukan kejahatan sebagai pelaku utama atau kaki tangan dalam aksi jihad. (MeMo)


latestnews

View Full Version