View Full Version
Kamis, 25 May 2023

Koalisi Global Anti-Islamic State Pimpinan AS Bangun Pangkalan Militer Baru Di Raqqa Suriah

RAQQA, SURIAH (voa-islam.com) - Koalisi global pimpinan AS melawan kelompok Islamic State (IS) di Suriah telah mulai membangun pangkalan militer baru di provinsi utara Raqqa ketika kelompok militan itu terus melakukan serangan di negara tersebut.

Pangkalan itu akan berada di daerah Al-Suwaidiyeh di sebelah barat kota Tabqa, sebuah sumber yang dekat dengan pasukan Tentara Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Komunis Kurdi, mitra lokal koalisi, mengatakan kepada situs  Al-Araby Al-Jadeed.

Rencana untuk pangkalan baru datang ketika pasukan koalisi mulai beberapa minggu lalu untuk melengkapi pangkalan di selatan kota Raqqa, kata sumber itu kepada Al-Araby Al-Jadeed.

Saat ini, pangkalan terbesar yang menampung pasukan AS di Suriah adalah lapangan Al-Omar. Saat ini setidaknya ada 24 situs militer koalisi pimpinan AS yang tersebar di seluruh timur laut Suriah.

AS mengatakan militernya ditempatkan di negara itu untuk berperang melawan sisa-sisa IS.

Raqqa adalah ibukota de-facto Islamic State selama kekhalifahan yang diproklamirkan sendiri, yang mencakup sebagian besar wilayah Suriah dan Irak yang berdekatan. Koalisi mendorong militan keluar dari semua wilayah yang dikuasainya di Suriah timur dan utara pada 2019.

Tetapi sel-sel tidur kelompok itu terus melakukan serangan, menargetkan personel militer dan keamanan serta warga sipil.

Pada hari Rabu, setidaknya tiga tentara rezim Suriah tewas dalam serangan yang diyakini dilakukan oleh Islamic State di gurun Suriah antara provinsi Homs dan Raqqa.

Para prajurit diserang oleh "orang tak dikenal" di pos pemeriksaan militer mereka di daerah Maadan, sebelah timur Raqqa, kata sumber lokal kepada Al-Araby Al-Jadeed. Sumber itu mengatakan anggota kelompok tentara bayaran Rusia Wagner tewas di daerah yang sama dua hari lalu oleh militan yang diyakini anggota Islamic State.

Jet Rusia membom situs di gurun Al-Resafa, tenggara Raqqa, menyusul serangan Rabu terhadap tentara Suriah, kata sumber, yang ingin tetap anonim.

Moskow telah mendukung rezim teroris Assad Suriah setidaknya sejak 2015 dalam konflik brutal negara itu yang telah menewaskan lebih dari 500.000 orang dan membuat jutaan orang mengungsi. (TNA)


latestnews

View Full Version