View Full Version
Rabu, 28 Jan 2026

Taliban Ajukan Tukar Dua Warga AS dengan Tahanan Guantanamo Asal Afghanistan Terakhir

KABUL, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - The New York Times melaporkan bahwa Emirat Islam Afghanistan atau Taliban menyerukan pembebasan tahanan Afghanistan terakhir di Teluk Guantanamo sebagai imbalan atas pembebasan dua warga negara Amerika Serikat.

Zabihullah Mujahid mengatakan kepada The New York Times bahwa Emirat Islam menginginkan agar pembebasan dua warga negara Amerika tersebut disertai dengan pembebasan Mohammad Rahim, warga Afghanistan terakhir yang masih ditahan di Guantanamo.

Mujahid menyatakan: “Kami ingin dua tahanan Amerika ini dibebaskan, dan pada saat yang sama, nasib tahanan kami yang berada di Guantánamo harus diperjelas. Tahanan kami harus dibebaskan.”

Seorang sumber yang mengetahui perundingan antara Amerika Serikat dan Emirat Islam mengatakan kepada The New York Times bahwa pembicaraan mengenai pertukaran tahanan antara Kabul dan Washington saat ini telah mencapai jalan buntu.

Seorang pejabat senior AS juga mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa, meskipun Afghanistan telah berulang kali mengajukan permintaan, Mohammad Rahim tidak akan menjadi bagian dari perjanjian apa pun di masa mendatang antara kedua pihak.

Analis politik Fareedullah Zazai mengatakan: “Jika AS menerima permintaan Kabul, hal itu dapat mengirimkan pesan kepada dunia bahwa konsekuensi dari perang telah berakhir. Makna lain dari pesan ini adalah bahwa Kabul ingin mentransformasikan hubungan teknis menjadi hubungan politik.”

Mohammad Rahim telah ditahan di Teluk Guantanamo sejak 2008 dan, menurut laporan, merupakan tahanan Afghanistan terakhir yang masih berada dalam tahanan Amerika Serikat.

Meskipun laporan tentang kemungkinan pembebasannya muncul pada akhir September 2025, hingga kini persoalan tersebut masih belum terselesaikan. (KP/Ab)


latestnews

View Full Version