

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT(voa-isla.com) - Surat kabar New York Times melaporkan bahwa perang Amerika Serikat melawan Iran telah menguras secara signifikan persediaan amunisi militer AS. Kondisi ini memaksa Pentagon memindahkan perlengkapan militer dari Asia dan Eropa ke Timur Tengah.
Mengutip pejabat pertahanan, dalam dua hari pertama sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu, militer AS menghabiskan amunisi senilai 5,6 miliar dolar. Berdasarkan perkiraan Pentagon dan pejabat Kongres, lebih dari 1.200 rudal pencegat Patriot digunakan selama konflik, dengan biaya melampaui 4 juta dolar per unit.
Selain itu, lebih dari 1.000 rudal serangan presisi dan rudal darat ATACMS juga telah digunakan. Hal ini menyebabkan tingkat persediaan amunisi turun ke level yang dinilai “mengkhawatirkan”.
Sejumlah laporan media dan lembaga kajian AS yang kredibel turut mengonfirmasi adanya “pengurasan cepat” dalam stok amunisi selama operasi yang disebut “Kemarahan Epik” terhadap Iran.
Majalah Air & Space Forces Magazine mencatat bahwa penggunaan rudal pencegat dan amunisi presisi terjadi secara berlebihan dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Pentagon dilaporkan telah mengalihkan sebagian sumber daya militernya dari kawasan Asia dan Eropa ke Timur Tengah guna memenuhi kebutuhan yang meningkat. Majalah tersebut juga memperkirakan Pentagon akan mengajukan tambahan anggaran kepada Kongres untuk pengadaan senjata dan amunisi, meskipun keputusan resmi belum diambil.
Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih membantah laporan tersebut dan menyatakan bahwa militer AS tetap memiliki persediaan senjata dan amunisi yang lebih dari cukup. [PurWD/voa-islam.com]