View Full Version
Sabtu, 25 Jan 2014

Massa Kristen Cincang Hingga Tewas Mantan Menteri Muslim CAR

BANGUI, AFRIKA TENGAH (voa-islam.com) - Seorang mantan menteri Muslim telah dicincang-cincang hingga tewas oleh massa Kristen yang menghunus parang di ibukota Republik Afrika Tengah, Bangui.

Sedikitnya sembilan orang lainnya tewas ketika segerombolan orang Kristen, beberapa di antaranya anggota kelompok pertahanan Kristen Anti-Balaka, menyerang dan menjarah toko-toko di lingkungan Muslim Miskine di Bangui pada Jumat (24/1/2014), kata para saksi mata.

Mantan menteri Joseph Kalite, yang pernah memegang jabatan perumahan, melangkah keluar dari taksi ketika ia diserang, anggota keluarganya yang sekarang bersembunyi mengatakan kepada kantor berita Reuters melalui telepon.

"(Milisi Kristen-Red) Anti-Balaka mulai menyerangnya dengan parang dan tongkat dan mereka membunuhnya," kata keluarganya, yang meminta anonimitas. Dia menambahkan bahwa saudara iparnya yang bersama Kalite pada saat serangan itu berhasil meloloskan diri.

Jenazah menteri itu kemudian ditemukan dan dibawa ke Masjid Ali Babolo mana wartawan Reuters melihat mayatnya dimutilasi.

"Dia bahkan tidak memegang jabatan apapun dalam Seleka, ia tidak termasuk Seleka, tetapi karena ia adalah seorang pejabat Muslim, mereka secara pengecut membunuhnya karena itu," Mamoud Hissene, wakil presiden organisasi pemuda Muslim, mengatakan kepada Reuters.

..Dia bahkan tidak memegang jabatan apapun dalam Seleka, ia tidak termasuk Seleka, tetapi karena ia adalah seorang pejabat Muslim, mereka secara pengecut membunuhnya karena itu..

Milisi kejam anti-Balaka

Republik Afrika Tengah, sebuah negara yang terkurung daratan yang kaya mineral, jatuh dalam kerusuhan di bulan Maret, ketika pemberontak Seleka-dikatakan sebagian besar Muslim - menggulingkan Presiden Christian François Bozize, yang telah mendapatkan kekuasaan dalam kudeta tahun 2003.

Bulan-bulan sejak penggulingan Bozize telah melihat munculnya milisi Kristen gadungan "anti-Balaka" yang digambarkan dalam sebuah laporan Human Rights Watch (HRW) sebagai "warga lokal dan tentara yang setia kepada pemerintah sebelumnya."

Dalam laporannya, HRW menegaskan bahwa milisi Kristen tersebut telah dilakukan sejumlah "kekejaman" terhadap komunitas Muslim setempat, termasuk pembunuhan beberapa ratus Muslim dan pembakaran terhadap rumah dan masjid-masjid mereka.

Kekerasan terus berkecamuk di negara itu bahkan setelah para pemimpin sementara negara itu Presiden pertama CAR yang berasal dari Muslim, Michel Djotodia  dan Perdana Menteri Nicolas Tiangaye keduanya mengundurkan diri pada hari Jumat dalam upaya untuk meredakan ketegangan.

Gerombolan massa dan Milisi Kristen anti-Balaka yang mengambil keuntungan dari pembubaran dan pelucutan senjata dari beberapa kekuatan Seleka saat ini terus melakukan serangan terhadap mantan Seleka dan penduduk Muslim minoritas yang mereka tuduh bersekongkol dengan Seleka.

Milisi Kristen sendiri sebelumnya pernah mengancam untuk membunuhi semua Muslim di negara tersebut. (st/aje)


latestnews

View Full Version