View Full Version
Senin, 26 Mar 2018

Kita yang Selalu Lalai

 
Oleh: Aya ummu Najwa (Ibu Rumah Tangga Peduli Generasi)
 
Dalam bahasa arab, kata lalai disebut ghaflah. Yaitu tidak mengetahui atau menyadari apa yang seharusnya diketahui atau disadari. Orang orang yang lalai disebut Ghafiliin. Yaitu orang prang yang tidak mengetahui atau tidak menyadari petunjuk Allah yang sedemikian jelasnya
 
Apa sebab yang membuat kita bisa berada dalam ghaflah (kelalaian)?
 
Salah satunya karena ingin terus rehat atau beristirahat. Padahal rehat yang hakiki nanti di akhirat sedangkan dunia adalah masa kita untuk beramal.
 
Seorang muslim tentunya harus menyadari bahwa dunia ini hanya sementara, yang akan ditinggakan, menuju kehidupan abadi, yaitu akhirat.
 
Yang ke dua,  Semangat dalam mencari kelezatan dunia. Akhirnya melalaikan kewajiban sebagai seorang hamba. Betapa kita hidup di zaman yang serba kapitalis ini, tuntutan kebutuhan sangat berat dirasakan. Biaya hidup serba mahal, tak jarang membuat orang gelap mata dan menerjang yang haram demi dunia.
 
Kemudian yang ke tiga, Karena hati sudah mati rasa terhadap dosa. Sekulerisme,memisahkan agama dari kehidupan dianggap sebagai agama baru, hidup tanpa mau diatur oleh sang pencipta, akibatnya segala tingkah laku jauh dari tuntunan agama, aturan agama dianggap merepotkan dan menghambat kemajuan, Bahkan ada yang merasa bahwa dosa yang diterjang adalah suatu kebaikan.
 
Gaya hidup kapitalis, memaksa manusia hanya memikirkan dunia, kapitalisme yang sangat mengagung angungkan materi, memaksa manusia menjadi hedonis dan apatis. Banyak bersenang-senang dengan pakaian, makanan dan kelezatan dunia, materi dianggap puncak kebahagiaan,apapun ditempuh asal bisa mendapat materi, tak peduli agama atupun saudara, yang penting bisa kaya.
 
Kapitasme mengajarkan manusia Cinta dunia dan merasa hidup lama. Akhirat seakan hanya kisah dongeng sebelum tidur. Menjadikan hidupnya hanya mengabdi pada dunia, kerja, mencari nafkah, mengejar dunia melalaikan manusia dari akhirat. 
 
Selanjutnya adalah Berteman dengan orang-orang yang lalai (ghaflah). Teman sangat mempengaruhi kehidupan manusia, karena manusia adalah mahluk soial, dia membutuhkan berinteraksi dengan sesamanya. Ketika jauh dari agamanya manusia sangat tidak menyukai hal hal yang mengingatkannya dengan akhirat, dia akan lebih nyaman dengan teman teman yang sama dengannya, yang menjadikan dunia sebagai tujuan.
 
Benarlah sabda Rasululullah : "Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman (HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378)
 
Maka, dalam Islam amar ma'ruf nahyi mungkar sangat besar peranannya dalam kehidupan. Saling mengingatkan dan saling menasihati. Amar ma'ruf nahyi munkar akan mengajak kita kepada ajaran Islam, yang akan mencegah kita dari menghamba kepada dunia sehingga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang orang yang lalai(ghafiliin)
 
Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah) . HR al-Bukhâri no. 3336 dan Muslim no. 6708. Wallahu a'lam. [syahid/voa-islam.com]

latestnews

View Full Version