View Full Version
Kamis, 22 Nov 2018

Rasulullah Mengubah Jahiliyah Menjadi Mulia Karena Allah

Oleh: Mira Susanti (Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi)

Satu nama yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya oleh penduduk bumi pada masa sebelum datangnya islam. Masa yang di warnai dengan berbagai kezhaliman dan tenggelam dalam kesesatan yang amat parah.

Baik kezhaliman dalam bidang politik, sosial masyarakat, ekonomi, aqidah dan kebodohan yang teramat terbelakang. Semuanya itu ditentukan oleh pihak yang berkuasa, status sosialnya yang tinggi lagi terhormat. Tak terkecuali dalam masalah aqidah mereka orang - orang arab menyembah berhala yang mereka buat sendiri dan mereka perjual belikan.

Mereka juga menghalalkan anak-anak perempuan mereka dibunuh hidup-hidup. Itulah kondisi dimana ia belum dilahirkan. Karena Allah sang pencipta maha mengetahui segala sesuatunya. Hingga Allah mengutus seorang kekasih terbaik dari kalangan manusia itu sendiri.

Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 119). Hal ini ditunjukan oleh nasab keturunan beliau yang terhormat yang dapat berpengaruh di hadapan orang-orang yang diseru kepada syariat Allah swt,sekalipun rasulullah saw seorang yatim.

Rasulullah saw dilahir dari rahim  ibu Aminah binti wahhab pada hari senin, 12 rabi'ul awal tahun gajah. Ayah beliau wafat ketika beliau dalam kandungan baru berumur dua bulan. Terlahir sebagai anak yatim, keluarga miskin, beliau disusui dan diasuh oleh Halimatus Sa’diyyah. Kelahiran beliaupun membawa rahmat bagi seluruh alam.

Dari kecil beliau sudah digelari sebagai orang yang jujur. Sungguh kepribadian belaiu tidak ada satu orang pun didunia ini yang bisa menandinginya bahkan tak kan mampu untuk menggambar indahnya akhlak beliau. Dialah sosok Nabi terakhir, yang beliaulah Jibril dan wahyu turun, imam para Nabi dan Rasul. Yang dimuliakan oleh seluruh penduduk langit dan bumi.

Hingga akhirnya beliau menikah dengan ibunda Khadijah seorang wanita yang cerdas, bijaksana dan mulia sebagai manusia pertama yang menerima kerasulan belaiu disaat orang mekah tidak menyakininya. Ketika Jibril mendatanginya, dan wahyu pertama turun, tubuhnya menggigil, seraya berkata kepada isteri tercitanya, “Zammiluni, zammiluni, zammiluni [selimutilah aku, selimutilah aku, selimutilah aku].” Dengan penuh cinta, wanita dewasa itu pun menyelimuti dan memeluknya. Itulah moment pertama, Allah turunkan risalah dan nubuwwah kepada beliau.

Hal ini menunjukkan bahwa  era kehidupan baru segera dimulai, sebagai tanda sirnanya segala bentuk kebodohan, kezhaliman dan juga kekufuran.

Dengan dakwah serta perjuangan yang beliau hadapi bersama para sahabat tercinta mampu menghilangkan segala jejak jahiliyah menjadi mulia karena penerapan syariat Allah secara sempurna. Membagun peradaban islam yang gemilang dibawah panji kalimat  laa ilaaha illallaah Muhammad rasulullah. Walau bejuta celaan, siksaan, onak dan duri menerpa tak sedikitpun beliau getar  menempuh jalan bernama dakwah.

Hingga tak ada lagi umat yang terbodohi dan terhina dihadapan manusia karena semua kembali kepada Allah . Dengan ketundukan dan kepatuhan pada syariah Allah swt,itulah Islam rahmatan lil alamin. [syahid/voa-islam.com[


latestnews

View Full Version