View Full Version
Selasa, 24 Dec 2013

Derita Remaja Tanpa Islam

Akhir pekan lalu Polsek cibeber menurunkan seluruh jajarannya guna menghentikan aksi tawuran pelajar hingga aksi kejar-kejaran antar polisi dan pelajar pun terjadi sampai menyasaran pemukiman penduduk pun tak terelakkan lagi. Beberapa pekan sebelumnya seorang bidan desa dikejutkan dengan datangnya seorang pelajar yang berlumuran darah dikepalanya akibat tawuran dengan tempat kejadian perkara yang masih satu wilayah.

Kejadian diatas merupakan kondisi yang memprihatinkan, ketika remaja yang seharusnya sibuk dengan aktivitas mencari ilmu untuk bekal hidupnya malah sebaliknya bekal hidup yang diambil adalah budaya kekerasan yang mengorbankan nyawa. Masalah tawuran pelajar satu diantara masalah remaja yang menggelayuti bumi pertiwi tapi seolah tak ada yang peduli dalam mencari solusi.

Bila dicermati secara telti ada beberapa aspek penyebab  maraknya aksi tawuran remaja diantaranya kurangnya kontroling keluarga, masyarakat, dan Negara dalam membina remaja saat ini. Untuk kasus di cianjur kontroling keluarga yang merupakan benteng pertahan kebrutalan remaja mulai hilang karena banyak remaja di cianjur hidup tanpa pengasuhan ibunya. Karena banyak dari ibu-ibu di ciajur yang menjadi TKW. Selanjutnya hilangnya kontroling dari masyarakat karena tatanan kemasyarakatan kita saat ini sudah individualistik hingga tak peduli dengan orang lain. Kontroling Negara hampir nyaris tak ada langkah kongkrit ketika banyak nyawa muda melayang di jalanan  akibat tawuran pemerintah seolah tak peduli.

Indonesia adalah Negara dengan mayoritas penduduk muslim tapi sayangnya islam hanya dianggap sebagai agama ritual semata hingga tak berdampak dalam kehidupan nyata. Padahal islam adalah agama yang menpuyai aturan dalam segala aspek tak terkecuali masalah tawuran ini. Kalau kembali kepada peenyebab tawuran dengan hialangnya control keluarga, masyarakt, dan Negara dalam membina remaja. Maka islam bisa mengembalikan control keluarga, masyarakat dan Negara. Dalam control keluarga islam mewajibka tugas seorang ibu sebagai ummu warrabautl bait yang mengurusi, mendidik, dan membina anaknya. Lalu masyarakat pun diwajibkan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar sebagi bentuk kepedulian persaudaraan muslim lalu Negara dalan islam yakni daulah khilafah  wajib melindungi nyawa para remaja dengan menjaga dan menstabilkan kondisi Negara.

Dengan menjalankan syariat islam secara kaffah bukan hanya penyelawan nyawa remaja atau menghentikan aksi tawuran saja tapi yang paling penting adanya rahmat lil alamin dan keselamatan dunia akhirat seprti yang dijaminkan Allah SWT.

Tidak seperti sekarang nyawa remaja melayang akibat tawuran di dunia tak nyaman akhiratpun tak aman karenan tak menerapkan syariat islam. Tahun Remaja saat ini adalah estapet kepemimpinan bangsa bisa dibayangkan kalau 20tahun kedepan negeri ini dipimpim oleh pemimpin tawuran maka Negara ini akan menjadi Negara barbar yang penuh budaya kekerasan. Untuk itu mari selamatkan generasi muda dengan ketaatan kepada Allah SWt dengan selaksanakan syariat islam dalam bingkai daulah khilafah yang menjamin keselamat dunia akhirat untuk alam semesta.

Penulis: Yani Nuraeni, S.Pd


latestnews

View Full Version