View Full Version
Senin, 21 Mar 2016

Remaja Tanpa Gadget, Mungkinkah?

Satu sore, saya bertemu dengan seorang anak SMP yang duduk manis saat teman-temannya sibuk. Bukan sibuk belajar melainkan sibuk dengan gadget masing-masing. Ada yang asyik mendengarkan musik, ada yang main game, ada juga yang saling menunjukkan foto-foto entah apa pada temannya dan sebagainya. Tapi anak ini hanya sesekali saja melihat ke gadget temannya dan selebihnya, dia terlihat santai dan menikmati waktunya tanpa gadget.

Penasaran, saya tanyalah dia.

“Kamu gak punya HP?”

“Punya.”

“Mana?”

“Di rumah.”

“Kenapa tidak kamu bawa?”

“Karena saya tidak merasa memerlukannya.”

“Kenapa kamu tidak merasa memerlukannya?”

“Karena bagi saya HP atau gadget apapun itu lebih banyak menganggunya daripada manfaatnya terutama saat-saat belajar.”

“Bagaimana untuk komunikasi?”

“Saya sudah bilang ayah untuk menjemput saya jam berapa. Jadi saya tidak perlu lagi menelponnya. Kalau di sekolah misal mendadak ada perubahan jadwal, HP saya gunakan sekadar untuk menelpon memberitahu kapan harus dijemput. Sudah, itu saja fungsi HP buat saya.”

Keren banget nih remaja. Langka, remaja jenis ini benar-benar mendesak untuk dilestarikan hehe. Coba, kamu aja yang remaja belum tentu bisa kayak begitu kan? Karena sekarang ini, remaja keranjingan gadget menjadi satu hal yang biasa. Sebaliknya, remaja yang gak pegang gadget menjadi hal yang aneh bin langka. Kayak ilustrasi di atas itu. Eh, tapi itu benar-benar kisah nyata loh, bukan mengada-ada.

Jadi sebetulnya wahai sobat remaja voa-islam yang dirahmati Allah, ternyata hidup tanpa gadget itu bisa kok. Memang sih nggak benar-benar hidup tanpanya, tapi dipakainya juga seperlunya saja. Misalnya ketika menghubungi orang tua saat pulang telat. Atau mencari tugas sekolah saat memang dibutuhkan. Selebihnya, simpan gadgetnya dalam tas dan mulailah hidup di dunia nyata.

Sapalah orang yang duduk di sampingmu ketika kamu antri atau naik angkot. Senyumlah pada kejadian-kejadian kecil tapi bermakna yang baru kita sadari saat mata tidak tertuju pada gadget saja. Perhatikan efeknya. Kamu akan melihat dan menyadari bahwa ternyata dunia ini indah. Dunia ini tidak selebar layar gadget yang menghalangi pandangan kita untuk melihat cakrawala yang lebih luas. Selanjutnya, rasakan suasana hatimu yang jauh lebih riang dan berwarna meskipun tanpa gadget di genggaman. Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version