View Full Version
Selasa, 27 Aug 2019

Hey Kamu, Be Leader not Follower!

 

Oleh: Ashaima Va

Zaman sekarang ternyata jadi YouTuber atau celebgram lebih diminati kalangan muda ketimbang profesi lain. Siapa sih, yang nggak kenal sama PewDiePie. YouTuber berkebangsaan Swedia ini menempati posisi puncak sebagai akun dengan 99 juta subscribers. Nggak ketinggalan di dalam negeri ada Atta Halilintar dengan 18 juta subscribers.

Sebagai YouTuber dengan jutaan subscribers atau celebgram dengan jutaan follower penghasilan milyaran ada dalam genggaman. Tercatat PewDiePie saja berpenghasilan 114 Miliar per bulan. PewDiePie menduduki peringkat pertama dunia untuk YouTuber dengan penghasilan tetinggi dan Atta Halilintar menempati peringkat ke-8. Nggak hanya itu, popularitas pun pasti didapat. Banyak remaja mengidolakan, menantikan content yang akan diunggah nggak peduli kalau nyatanya unfaedah, sampai meneladani perilakunya.

Unggahan prank iseng berbalut kebohongan banjir like. Surprise party ke pacar mengundang banyak viewers. Bahkan foto vulgar pasangan tak halal lengkap dengan wine di tangan menuai pujian sebagai 'couple  goals banget'.

Sedihnya dari jutaan subscibers dan follower itu tidak sedikit dari kalangan remaja-remaja muslim. Mereka-mereka yang sedang galau dengan pencarian identitasnya. Remaja muslim yang akhirnya terjebak dengan gaya hidup Barat. Mereka memahami jika keren itu kalau fashion item-nya kekinian. Nge-hits itu kalau nggak norak dengan gaya gaul remaja lengkap dengan hobi party-nya. Dan epik itu kalau berani menantang arus sekalipun harus menantang aturan.

Yap, remaja muslim kini cenderung jadi follower bukan leader.

Follower adalah mereka yang tak memiliki pegangan. Apa yang sedang ngetren akan diikuti nggak peduli walau bertentangan dengan aqidah Islam. Follower juga mereka yang gamang, nggak pede dengan apa yang menjadi tuntunan Rasululullah hanya karena itu nggak musim.

Padahal remaja muslim semestinya remaja yang jadi leader. Berbekal tuntunan Rasul, remaja harusnya menghiasi diri dengan syakhsiyah Islamiyah atau kepribadian Islam. Kepribadian yang berkarakter. Tak latah dengan tren yang bertentangan dengan aturan Islam. Tak mengamini bahkan memuji gaul bebas ala pacaran. Kepribadian yang kokoh dalam menjalankan tuntunan Rasululullah. Kepribadian yang dimanapun berada akan memberi keteladanan dalam sikap dan ucapan.

Jauh-jauh hari Rasululullah sudah memperingatkan umatnya untuk jangan jadi follower dalam hal kebatilan melalui hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

“Jangan kalian menjadi imma’ah! Kalian mengatakan : ‘Jika manusia berbuat baik, kami pun akan berbuat baik; jika mereka berbuat kezaliman, kami juga akan berbuat zalim’. Akan tetapi, kokohkan diri kalian. Jika manusia berbuat baik, kalian juga berbuat baik, jika mereka berbuat buruk, maka jangan kalian berlaku zalim.” (HR. at-Tirmidzi)

Larangan menjadi imma'ah dalam hadist tersebut menjadi reminder buat para remaja agar teguh dalam berislam. Jangan menganggap seru suatu perbuatan batil bahkan sampai mengikutinya. Remaja Islam harus jadi pelopor dalam kebaikan. Pemimpin dalam ketaatan pada Allah.

Pemuda yang unggul dalam ketaatan adalah niscaya. Sejarah telah mencatat kegemilangannya. Bahkan pada rentang masa yang jauh dari era Rasululullah. Salah satunya adalah Muhammad Al Fatih 22 tahun, goresan sejarah mengukir namanya dengan epik. Saat itu dia berhasil menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium. Bisyarah atau kabar gembira dari Rasulullah yang terbukti pada era Al-Fatih.

Terdapat pula Abdurrahman An Nashir 21 tahun. Pada masanya Andalusia mencapai puncak keemasannya. Kemajuan sains melesat di bawah kepemimpinannya. Berikutnya terdapat Muhammad Al Qasim, saat berusia 17 tahun sudah mampu membebaskan India dan menjadikannya sebagai bagian dari wilayah kaum muslimin.

Sungguh keteladanan hanyalah milik Rasululullah bukan milik manusia. Generasi semestinya diarahkan menjadi generasi leader yaitu generasi pemimpin yang memiliki kepribadian Islam yang istiqamah. Dengan begitulah peradaban Islam yang gemilang akan mampu tegak kembali. Wallahua'lam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 


latestnews

View Full Version