View Full Version
Kamis, 23 Jan 2020

Hijab Tak Wajib? Ini Pendapat Sesat, Lagi Menyesatkan!

 

Oleh:

Ana Nazahah, Revowriter Aceh

 

JUJUR setelah hijrah, hal yang paling membanggakan bagiku adalah hijab. Meski kerap dihina dan dipanggil bu Haji waktu itu, tak menyurutkan sedikitpun kebanggaanku pada hijab yang kupakai. Bahkan semakin dihina, semakin kuat tekadku. Dan aku berharap rasa ini bukan riya. Semoga Allah melindungiku dari penyakit itu.

Apalagi aku baru tau, bahwa ternyata jilbab adalah lambang kehormatan bagi setiap Muslimah. Pantas saja, kala melihat Muslimah yang berpakain syar'i, bawaannya adem. Karena hijab adalah pakaian fitrah. Dan kita tau, setiap yang fitrah itu, pasti mendatangkan ketenangan bagi jiwa. 

Aku semakin jatuh cinta dengan jilbab saat memahami betapa Allah memuliakan wanita dengan hijabnya. Bahkan hijab menjadi mahkota tanda taat. Salah satu syarat bagi seorang Muslimah untuk bisa menginjakkan kakinya di Surga. Sementara Muslim mana yang tidak tergila- gila dengan Surga, merindu menjadi salah satu penghuninya?

Aku sangat-sangat yakin. Bahwa di luar sana ada banyak sekali wanita- wanita Muslim yang ingin berjilbab. Dalam benak mereka, di hati kecil mereka, ingin segera berhijab. Namun, belum terealisasi saja, karena terkendala lingkungan. Banyak yang beralasan belum siap. Malu. Takut dibully dsb.

Dan ini benar! Karena Aku sendiri punya teman yang tadinya berhijab. Namun sekarang dibuka dengan alasan ga sanggup dibully terus. Saat kutanya dan kuyakinkan dia untuk berhijab kembali, dia bilang "Maaf, aku belum siap," ucapnya sedih. 

Ya, dia belum siap. Bukan karena jilbab ga wajib. Atau menolak paham berjilbab dan mengatakan Alquran salah, ulama keliru memaknai kewajiban jilbab. Siapa pula yang berani menentang Allah dan RasulNya?

Tapi sayangnya, hari ini bermunculan satu persatu orang- orang yang menentang perintah hijab. Ga banyak sih! Orangnya bisa dihitung jari. Mereka 'mengaku' ustaz. Dan yang terbaru istri tokoh mendiang Presiden RI yang ke 4 Abdurrahman Wahid. Bu Sinta Nuriyah yang berpendapat jilbab tak wajib. Ia juga mengatakan bahwa suaminya (Gusdur) memiliki pemahaman yang sama dengannya. 

Selebihnya para Muslim yang munafik, kaum liberal yang anti syariat Islam. Dan kaum sekuler yang memang sukarela mengumbar aurat. Sebagian mereka mencari nafkah dengan mengobral aurat, yang lain merasa ga sreg aja. "Jilbab itu bikin gerah, ga cocok dengan iklim tropis Indonesia," katanya.

Tapi ya, siapa mereka? Apa ucapan mereka lebih tinggi, lebih hebat, lebih otentik dari firman Allah? Dari penjelasan ulama dan pendapat mazhab yang empat? Hey, tentu saja tidak! 

“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik.” (Al An’am :57).

Hanya saja, dengan adanya pendapat hijab tak wajib. Ditambah warganet beramai- ramai sok memberi dukungan.  Bagi orang- orang yang berpenyakit di dalam hatinya juga. Orang- orang yang memang membenci Islam, alergi pada Syariat. Itu semacam pembenaran bagi kesesatan mereka. Mereka seolah budak yang baru dimerdekakan. Senang sekali.

Secara, ini akhir zaman. Para penentang hukum Allah eksis bermunculan. Satu persatu menampakkan batang hidungnya. Tidak hanya hijab yang dalilnya udah sangat gamblang, mereka persoalkan. Khilafah pun (dimana ulama sepakat mewajibkannya) mereka tolak mati- matian. Sungguh mati- matian.

Dan biasanya memang mereka dari golongan yang sama, itu- itu juga. Mereka kaum liberal yang takut Islam dan SyariatNya tegak di Nusantara. Kiranya, mereka begitu gelisah jika Islam kembali berjaya.

Entah apa yang mereka khawatirkan, hingga mereka berupaya massif mendiskreditkan ajaran Islam yang qhat'i (Tak ada perbedaan pendapat). Entah karena paham mereka sudah mulai basi dan hilang peminat. Sehingga sengaja berbuat lebih agresif lagi. Sampai- sampai berani memelintir dan memutarbalikkan makna ayat- ayat Allah. Agar kaum Muslim tetap dalam kejahilannya.

أَفَحُكْمَالْجَاهِلِيَّةِيَبْغُونَوَمَنْأَحْسَنُمِنَاللَّهِحُكْمًالِقَوْمٍيُوقِنُونَ

”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah ayat 50).

Orang- orang yang berhukum, namun tidak merujuk pada Alquran. Bahkan menyalahi Alquran dengan membuat hukum- hukum tandingan, maka mereka adalah golongan sesat lagi menyesatkan. Allah melarang kita mengikuti mereka.

Allah Ta’ala berfirman:

 يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُوالَاتَتَّخِذُواالَّذِينَاتَّخَذُوادِينَكُمْهُزُوًاوَلَعِبًامِنَالَّذِينَأُوتُواالْكِتَابَمِنْقَبْلِكُمْوَالْكُفَّارَأَوْلِيَاءَوَاتَّقُوااللَّهَإِنْكُنْتُمْمُؤْمِنِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi walymu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir. Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Maaidah [5]: 57)

Orang- orang yang tetap mempertahankan kesesatannya setelah datang kebenaran, mereka itulah orang- orang yang rugi, lagi mendapat azab yang pedih dari Tuhan. Mereka kelak akan menyesali perbuatan yang mereka telah kerjakan.

وَيَوْمَيَعَضُّالظَّالِمُعَلَىيَدَيْهِيَقُولُيَالَيْتَنِياتَّخَذْتُمَعَالرَّسُولِسَبِيلًايَاوَيْلَتَالَيْتَنِيلَمْأَتَّخِذْفُلَانًاخَلِيلًالَقَدْأَضَلَّنِيعَنِالذِّكْرِبَعْدَإِذْجَاءَنِيوَكَانَالشَّيْطَانُلِلْإِنْسَانِخَذُولًا

“Dan ingatlah pada hari kiamat itu nanti orang yang gemar melakukan kezaliman akan menggigit kedua tangannya dan mengatakan, ‘Aduhai alangkah baik seandainya dahulu aku mengambil jalan mengikuti rasul itu. Aduhai sungguh celaka diriku, andai saja dulu aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman dekatku. Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan itu (al-Qur’an) setelah peringatan itu datang kepadaku.’ Dan memang syaitan itu tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia.” (QS. al-Furqan : 27-29).

Karena itu, Allah telah memepringatkan kita untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan. Menegakkan hukum Allah dalm seluruh aspek kehidupan. Itulah cara satu- satunya bagi kita terhindar dari pemikiran dan pemahaman yang menyesatkan.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

ياأيهاالذينءامنواادخلوافيالسلمكافةولاتتبعواخطواتالشيطانإنهلكمعدومبين

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS al-Baqarah: 208). Wallahualam.*


latestnews

View Full Version