View Full Version
Kamis, 15 Oct 2020

Millenials, Yuk Belajar dari Sejarah Muhammad Al Fatih

 

Oleh:

Iffa Destra

 

SIAPA yang tidak mengenal Muhammad Al Fatih? Yup, berkat didikan dan motivasi dari orang tuanya, Al Fatih mampu membebaskan Konstantinopel. Sultan Mehmed II menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah yang tertera pada hadistnya “Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam pemimpin yang menakhlukannya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR.Ahmad bin Hanval Al Musnad).

Muhammad Al Fatih waktu itu sukses memasuki wilayah Konstantinopel dengan membawa serta kapal-kapal mereka melalui perbukitan Galata, Untuk memasuki titik terlemah Konstantinopel, yaitu selat Golden Horn (Tanduk Emas).

Ketika itu, Sultan Mehmed II beserta ribuan tentaranya menarik kapal-kapal mereka melalui daratan. Meski pada waktu itu ada tentaranya yang mengatakan kemustahilan untuk melakukan strategi tersebut, dia dengan tegas mengatakan kepada seluruh tentaranya untuk tetap bergegas dan melaksanakannya. Akhirnya Muhammad Al Fatih, Sang penakhluk Konstantinopel mewujudkan janji Rasulullah.

Memahami kisah Muhammad Al Fatih, adalah mengangkat mentalitas generasi agar menjadi bangsa yang unggul, karena kerja kerasnya semata membuktikan adanya bisyarah Rasulullah.

Generasi yang unggul adalah generasi yang memiliki kecerdasan dan karakter yang baik dalam dirinya, selalu berdampak positif bagi diri sendiri, sesamanya dan di sekitarnya. Generasi yang sudah mengalami perubahan yang baik di dalam dirinya sehingga mampu menghindari setiap perilaku tak bermoral. Menjadi generasi unggul tentu bukan sebuah kebetulan atau hal yang mudah melainkan hasil proses yang diciptakan dimulai sejak dini.

Salah satu problem bangsa ini dalam melakukan perubahan profil generasi karena tiada gambaran sosok teladan. Negara juga tidak memberikan ruang bagi generasi unggul untuk belajar sejarah.

Jangan takut untuk belajar sejarah meski sempat ada pernyataan surat dari Dinas Pendidikan provinsi Bangka Belitung (Babel) yang awalnya mewajibkan siswa SMA membaca buku karya Felix Siauw. Pada akhirnya, surat itu dibatalkan. surat itu dibuat pada 30 September 2020. Surat tersebut ditanda tangani langsung oleh kepala Dinas Pendidikan provinsi Bangka Belitung, Muhammad Soleh (Detik News).

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud  Jumeri, juga menegaskan bahwa surat edaran itu telah dibatalkan. Pembatalan juga dilakukan pada Kamis (1/10). Seharusnya Negara memupuk kesadaran untuk terciptanya semangat generasi unggul belajar tentang sejarah dan terciptalah semangat dalam berliterasi.

Jangan takut untuk belajar sejarah. Apalagi sejarah tentang perjalanan Dinnul Islam. Sebab dengan belajar sejarah yang akan mengembalikan kesadaran umat Islam atas kejayaan Islam dan kegemilangan di masa Khilafah Ustmaniyah, sosok Muhammad Al Fatih, kisah heroiknya menakhlukan Konstantinopel ini akan menginspirasi dan memotivasi generasi unggul Islam masa depan dan kelak lahirlah para pejuang Islam untuk kebangkitan dan kejayaan Islam.*


latestnews

View Full Version