View Full Version
Rabu, 17 Feb 2021

Dakwah Muda(h)

 

Oleh:

Keni Rahayu || Influencer Dakwah Millenial

 

GES gak asing kan sama istilah dakwah? Apa? Susah? Eh, kata siapa dakwah itu susah, dakwah itu mudah. Pake banget lagi. Apalagi kalau kamu tergolong masih muda hihi. Semua tergantung mindset sih. Yuk kita buat mindset yang OK soal dakwah, biar kita semangat dan terus istiqomah. Chayo.

Apa yang ada di benak kelen saat dengar kata dakwah? Di podium, ceramah, depan orang banyak? Hmm, bisa bisa. Tapi gak melulu begitu loh. Karena sejatinya dakwah itu bisa di mana aja, kapan aja, & dengan jumlah massa berapa aja. Jadi gak harus jadi bergelar Ustaz dulu baru dakwah. Nanti gak mulai-mulai hehe.

Kenapa sih bahas dakwah mulu? Soalnya, banyak yang abai sama kewajiban ini. Padahal, dakwah tuh sama wajibnya kayak sholat. Gak mandang umur, semua wajib berdakwah. Gak mandang status, kaya miskin wajib dakwah. Pekerja maupun pelajar wajib berdakwah. Nah, penulis mau reminder aja, kalau wajib itu mau gak mau harus dipenuhi. Kalau engga kan dosa ye kan. Ku gak mau kita menanggung dosa ges #eaaaa.

Balik lagi ya ke definisi dakwah. Dakwah sejatinya adalah aktivitas ngurusi umat, bahasa kerennya sih riayah. Jadi ketika kita "sekedar" ngajak temen kita ikut kajian, dia mau ikut  lalu dapet ilmu bahkan menerapkannya. InsyaAllah itu dah dapet pahala dakwah, gaes. Meski bukan kita yang ngisi kajiannya. 

Jadi, dakwah itu perkara mikirin umat dan cari solusi permasalahan yang dihadapi. We do hope kebahagiaan yang kita rasakan, bisa dirasakan sama oleh saudara-saudara kita yang lain, sebangsa apalagi seagama. Jangan sampai dong di sini kita enjoy-enjoy dengan kehidupan kita tapi sedetikpun kita gak kepikiran saudara-saudara kita di Palestina, Rohingya, Suriah, dan sebagainya. Minimal, kita kepo gitu: "kita bisa apa ya untuk bantu mereka?", gitu.

Nah, untuk kamu yang baru terjun ke dunia dakwah, semangat dakwah tapi masih belum tau arah. Penulis kasih tips untuk mendapati dakwah muda(h).

Pertama, pastikan niatmu benar. Lillahi ta'ala. Kalau sekedar bekal semangat, atau karena ikut-ikutan someday kamu bisa oleng. Atau kalau karena terpaksa? Rugi. Tenaga abis, pahala gak ada. Kan sayang ya.

Kedua, dakwahmu bertarget. Setelah paham dakwah itu apa, pastikan kamu punya target dakwah yang realistis. Artinya, tujuan sama kondisi diri itu nyambung. Jangan high expectation tapi cuma jadi angan. Akhirnya dakwah gak jalan. Kata orang Jawa sih eman. Jadi, ukur kemampuan ya baru buat targetnya.

Ketiga, punya guru. Nah, ini nih yang penting nih. Pastikan kamu punya guru. Guru gak cuma ngajari kamu ilmu & memotivasi kamu buat dakwah, tapi guru juga akan bimbing dakwah seperti apa yang pas untuk situasi dan kondisimu saat ini.

Sering-seringlah ngobrol sama gurumu, karena itulah masa PDKT-mu sama beliau. Bisa jadi kita belum bisa mengukur kemampuan diri kita sendiri, tapi insyaAllah gurumu lebih berpengalaman. Nah, untuk membantu beliau membaca potensimu, jangan pernah menutup diri yaa. Berakrab-akrablah dengannya. InsyaAllah, pasti diarahkan ke jalan yang bagus lah, gak akan menjerumuskan.

Nah, kalau kamu udah punya guru, jangan iya iya aja. Tapi, berusahalah melaksanakan setiap apa yang gurumu katakan. Pahamilah alasan di baliknya agar kamu juga paham, esensi dakwah yang kamu lakukan. Bertanyalah jika masih membutuhkan penjelasan. Percuma dong udah punya guru tapi arahan guru diabaikan. Buat apa punya?

Uda paham belum sih, yang dimaksud penulis ini guru yang gimana? Guru yang dimaksud di sini adalah guru ideologis yang ngajari kamu Islam secara mendalam. Beliau yang rela mencurahkan seluruh waktunya untuk mendidikmu dan membimbingmu meski tak ada sedikitpun tetes darahnya mengalir di ragamu. Entah itu ustaz/ah, murobbi/ah, maupun musyrif/ah semuanya sama. Beliau adalah orang tua kedua kiriman Allah yang dititipi engkau untuk jadi amanah di pundaknya (semoga Allah merahmati beliau para guru ideologis).

Pastikan kamu udah punya guru ya sebelum kamu melangkah dalam dakwah. Agar dakwahmu terarah dan juga muda(h). Wallahu a'lam bishawab.*


latestnews

View Full Version