View Full Version
Senin, 03 Apr 2023

Tarawih Express, Tuma'ninah Nggak?

 

Oleh: Aily Natasya

Video imam tarawih yang memimpin shalat dengan kecepatan express berseliweran di media sosial. Video-video ini selalu muncul dari tahun ke tahun setiap bulan Ramadhan tiba. Uhm, sebagian jama’ah ada yang senang dengan hal ini. Tentu saja. Bahkan biasanya, banyak juga yang sengaja mencari masjid-masjid yang shalat tarawihnya express. Bahkan ada juga yang request sendiri ke imamnya, jangan lama-lama, ya. Xixi, ada-ada saja.

Namun sayangnya, hal ini seharusnya tidak dilakukan. Shalat dengan gerakan yang cepat sama sekali tidak memperhatikan tuma’ninah. Padahal tuma’ninah itu termasuk rukun dalam shalat. Seperti halnya Al-Fatihah yang jika kita tinggalkan, atau tidak kita baca dalam shalat kita, maka shalat kita tidak sah. Yup, begitupun dengan tuma’ninah.

Eh, tapi, pada tahu tuma’ninah nggak, nih? Buat yang belum tahu, menurut  Syekh Salim bin Samir Al-Hadrami dalam kitabnya Safinatun Najah, tuma’ninah adalah diam sejenak setelah gerakan sebelumnya, kira-kira setelah semua anggota badan tetap (tidak bergerak) dengan kadar lamanya waktu setara dengan bacaan kalimat tasbih (subhanallah). Dengan kata lain, santa saja, tidak terburu-buru sama sekali.

Dari sahabar Abu Hurairah beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw satu ketika masuk masjid. Kemudian ada seorang laki-laki memasuki masjid itu dan ia pun shalat. Lalu, orang itu datang dan memberi salam kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw pun menjawab salamnya dan bersabda, ‘Kembalilah dan ulangilah shalatmu, karena kamu belum shalat (dengan shalat yang sah)!’ Sehingga ia pun mengulanginya sampai tiga kali. Maka, laki-laki itu berkata, ‘Demi Zat yang mengutus Anda dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari shalat seperti ini, maka ajarilah aku.’

Baliau Nabi Muhammad saw pun bersabda, ‘Jika kamu berdiri untuk shalat, maka bertakbirla, lalu bacalah ayat yang mudah dari al-qur’an. Kemudian rukuklah hingga benar-benar tuma’ninah (tenang dan mapan) dalam rukuk itu, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak lurus (i’tidal), kemudian sujudlah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga tuma’ninah dalam keadaan dudukmu. Kemudian lakukanlah semua itu di seluruh rakaat shalatmu.’” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Para ahli fikih menyimpulkan setidaknya ada empat gerakan rukun dalam shalat yang wajib tuma’ninah:

1. Ketika duduk

2. Ketika i’tidal

3. Ketika sujud

4. Ketika duduk di antara dua sujud

Sedikit tidak apa, asalkan sepenuh hati

Carilah masjid lain

Mencari masjid lain di sini bukan mencari yang terawihnya lebih express dari masjid sebelumnya, loh, ya. Tapi tentu saja mencari yang tuma’ninah. Biar tarawih kita walau capek, tapi tidak sia-sia. Kan, sayang, kalau tidak dianggap. Padahal keutamaan shalat tarawih, kan, jos banget, hehe. Jadi jangan yang penting shalat tarawih saja, tapi shalat tarawih itu penting.

Hadits Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad yang artinya:

“Allah tidak akan melihat seorang hamba yang tidak meluruskan tulang punggungnya ketika ruku’ dan sujud.” (HR. Imam Ahmad).

Tidak harus yang bacaan shalatnya itu panjang sekali, seperti satu rakaat satu halaman. Yang penting tuma’ninah. Walau bacaannya adalah surah-surah pendek, asal pelan-pelan gerakannya. Tidak ngajak balapan. Tidak harus yang dua puluh rakaat juga. Yang sebelas rakaat juga tidak apa, asalkan ada tuma’ninah-nya, dan keikhlasannya.

Semoga amal ibadah kita, khususnya di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah, aamiin. Walaupun belum sempurna, setidaknya kita mau terus belajar untuk memperbaikinya. Semangat, para pejuang Ramadhan! (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version