View Full Version
Jum'at, 09 Jun 2023

Tips Jitu Biar Hallyu Gak Bikin Halu

 

Oleh: Rida Asnuryah

Belakangan ini, konser-konser musik secara beruntun diselenggarakan di negeri kita tercinta. Sebutlah K-Pop mulai dari Black pink, Suga dari grup internasional BTS, Boy grup dengan konsep Korea-Jepang; Treasure, dan lain sebagainya yang banyak digandrungi di berbagai negara. Saat ini emang masanya K-Pop jadi arah perhatian terbesar seluruh dunia, yang kalau kita perhatiin lagi, K-Pop ibarat udah 'beralih fungsi'. Dari yang asalnya cuma sekadar Korean Pop (grup musik asal Korea, dengan bahasa Korea, dan dibawakan oleh orang-orang Korea). Sekarang esensinya udah kayak salah satu genre musik di dunia ini. Padahal genrenya tetep genre musik pada umumnya baik itu Pop, RnB, Hip-hop, Ballad, dll.

Makin banyak orang diluar Korea yang gabung  kpop, mulai dari Hongkong, Thailand, Jepang, Vietnam, Indonesia, bahkan orang Uigur sampe orang India pun ada. Uwoow sekali ya!

 

Terus, kok K-Pop bisa jadi mendunia sih?

Pertama, tentu karena visual-visualnya yang menarik perhatian. Pada fiitrahnya, manusia itu pasti tertarik sama hal-hal yang cantik/tampan, menawan, dan nampak keren. Ibaratnya ; "Siapa sih yang gak suka sama orang ganteng, suaranya merdu, jago dance lagi!"

Kedua, lagu-lagunya Easy Worm. Mudah banget dicerna dan bikin terngiang-ngiang di kepala, bahkan kadang jadi moodbooster.

Ketiga, promosi yang gencar. Sering lalu-lalang di beranda sosmed, dibikin dance challenge, pengiring short video, konten, dll. Jadi yang awalnya gak peduli, mau gak mau jadi tau secara gak sengaja. Eh lama-lama kalau gabut jadi ngepoin lebih banyak deh. Ups !

Keempat, remaja kena virus FOMO alias Fear Of Missing Out alias rasa takut merasa “tertinggal” kalau gak mengikuti aktivitas tertentu. Apapun yang lagi viral pasti diikutin, gak lagi peduli apakah itu baik atau buruk, positif atau negatif, kebutuhan atau keinginan gak penting. Ditambah dengan adanya member Kpop asal Indonesia, makin banyak yang suka k-pop dengan alasan 'K-popers jalur bela negara'. Walhasil, Hallyu Wave alias Gelombang Korea makin deras mengguyuri kaula muda negeri.

Jangankan K-pop, sekarang yang ramai ticket war Coldplay, padahal Coldplay tuh band zaman dulu, bukan yang kekinian. Tapi ya karena manipulasi situasi yang bikin seakan nonton konsernya jadi dianggap bergengsi, jadilah ikutan beli tiket, padahal tiket konser mahal yaa... Ratusan ribu sampe belasan juta. Tapi demi memenuhi jiwa sosialita, mereka rela merogoh kocek besar buat mengantongi tiket konser. Dan parahnya lagi, band legendaris yang debut sejak 20 tahun yang lalu tersebut, khas dengan pengibaran bendera LGBT di setiap manggungnya, bahkan vokalisnya sendiri pun secara terbuka menyatakan kalau dia ragu dengan gendernya sendiri lho guys !

So, kedatangan band itu bukan sekedar hiburan musik semata, tapi membawa pemikirannya sebagai pendukung garis keras LGBT, menerimanya masuk ke negri kita, sama aja dengan menerima pendukung LGBT.

Nah guys, sebenernya musik itu sendiri hukumnya mubah yaa... Boleh-boleh aja kita dengerin buat healing saat senggang. Tapi tetep ada aturannya bagi kita sebagai muslim dalam hal apapun, termasuk dalam menikmati musik biar gak kebablasan. Hehee...

 

Tips menikmati musik anti kebablasan

1.) Dengerin musik sesekali, jangan sepanjang hari. Nanti malah jadi kaum rebahaners yang mager gak produktif. Nabi saw senantiasa mengingatkan kita agar jangan menyepelekan waktu :

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." [HR.Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Alangkah baiknya waktu diisi dengan amalan sunnah, hal yang menambah wawasan, juga membantu orang tua serta keluarga kita.

2.) Periksa konten/lirik lagunya, kalau musik positif (nasyid, sholawatan, atau musik apapun yang inspiratif), boleh didengar biar positif vibesnya nular ke kita. Entah lagu luar atau dalam negeri. Kalau kontennya berisi tentang hal yang buruk dan diharamkan maka stop ya sobat ! Segera tinggalkan !

Para Ulama pun berpendapat bahwa boleh mendengarkan nyanyian yang tidak diiringi alat musik atau diiringi alat musik yang dibolehkan. Sedangkan nyanyian yang boleh didengar apabila tidak berisi sya'ir-sya'ir yang melanggar syari'at.

3.) Cukup nikmati karyanya, gak usah mengelu-elukan orangnya. Karena untuk mengapresiasi sebuah karya tidak perlu dengan menjadi fans fanatik, apalagi sampe halu gara-gara terlalu mengagumi penampilan fisik seorang public figure. Na'udzubillah...

4.) Gak usah bela-belain nonton konser atau fandom war di internet. Ingat, setiap harta yang kita keluarkan, setiap aktivitas kita di dunia nyata maupun maya akan dihisab. Alangkah baiknya jika harta kita digunakan untuk shadaqah dan membantu orang yang membutuhkan. Akun Sosial Media pun kita gunakan untuk membagikan postingan yang bermanfaat.

5.) Jangan mengidolakan, cukup Rasul & para sahabat yg jadi role model kita.

 كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." {Qs. Al-Ahzab :21}

Apalagi orang kafir, Big No ya ! Kita bakal bersama dengan apa yang kita cintai, sedangkan kita semua tahu non-muslim itu titik akhirnya bukan Ridho Allah beserta syurga-Nya.

6.) Ingat, Al-Qur'an itu pedoman, bacaan, healing utama dan pertama kita. Jangan sampe lebih sering dengerin musik dibanding membaca, mendengarkan lantunan, juga mengkaji Al-Qur'an. Oke?!

7.) Jangan membenarkan hal yang salah. Biasanya, public figure tuh secara gak sadar mempromosikan gaya hidup serba bebas, bahkan bisa jadi paham-paham bermuatan LGBT, contohnya dimana cium*n antar member boygrup sesama jenis itu dianggap lucu bahkan fanservice. Padahal jelas hal tersebut adalah kemungkaran.

Intinya, gimanapun situasi kondisinya, apapun kegiatan kita, halal-haram tetep jadi acuan ya kawan!

Percaya gak percaya, kita lagi diserang habis-habisan dengan budaya liberal ala kafir, berbagai cara juga ide dikemas indah, menarik, dan menyenangkan supaya kita mengikuti gaya hidup mereka. Salah satunya dengan musik yang sifatnya universal. Ditambah, negara pun gak melindungi kita dari serangan itu. Bentengi diri serta  lingkungan kita dengan ilmu, iman, dan Islam. Biar identitas kita sebagai muslim gak luntur, biar kelak kita bisa menghadap Allah dengan percaya diri.

Selain itu, mari kita berusaha untuk menebarkan Islam hingga aturan-Nya dapat membumi kembali di dunia ini. Yang dengannya, Allah akan melindungi kita dari berbagai kerusakan dunia, dan senantiasa menuntun kita ke jalan-Nya. Wallahu a'lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google/pasundan express


latestnews

View Full Version