View Full Version
Senin, 19 Jun 2023

Sakit dan Cemburu Ditinggal Nikah Idol?

 

Oleh: Aily Natasya

Wajar nggak sih, punya rasa cemburu ke idol? Kayak, kalau mereka punya berhubungan asmara sama siapa, gitu, kita nggak terima. Berasa kayak diselingkuhin padahal mereka tahu kita hidup aja nggak. Ngehalu, sih, ngehalu. Tapi bukan berarti kita punya hak penuh untuk melarang idol-idol tersebut punya kekasih. Ini parah, loh. Jangankan pacaran, menikah aja mereka dilarang. Nggak sedikit idol yang diboikot oleh para penggemar karena mereka memilih untuk memulai kehidupan rumah tangga. Padahal sekali lagi, kita ini bukan siapa-siapa. Mereka tahu kita hidup aja belum tentu.

Caper ke idola

Cari perhatian ke idola itu wajar, sih. Namanya juga idola. Terus letak salahnya di mana? Seriusan nggak tahu? Anyway, idol yang kita elu-elukan itu cuman manusia biasa, loh. Mereka bukan nabi, bukan pula malaikat. Hanya manusia biasa seperti halnya para penggemar. Cuman beda di profesi aja. Mereka penyanyi, mereka aktor, mereka aktris, kita PNS, hahaha. Ya, intinya, mereka itu cuman bekerja, bukan mengabdi. Dan mereka juga punya hak untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka dengan cara menikah.

Sekali lagi, sadar nggak, sih, kita ini siapa? Yup, hanya penggemar. Mau seluar biasa apapun kontribusi kita terhadap kesuksesan idola kita, udah beli album, beli tiket konser, beli merchandise, vote sana sini, streaming, dan lain-lain, kita tetap hanya seorang penggemar. Tapi, kan, mereka memang di-design agar jadi bahan haluan penggemar. Iya, emang. Tapi halu tetaplah halu. Nggak nyata, kan?

Emangnya, dengan halu, kalian bisa memenuhi kebutuhan biologis dan emosional kalian seumur hidup? Yang ada malah ditampar kenyataan bahwa mereka itu nggak nyata bagi kehidupan kalian. Jadi jangan buang-buang energi apalagi sampai melakukan dosa demi membela ego kalian yang nggak nyata itu. Dosa gimana? Lah, yang hujat sana-sini dengan kata-kata yang nggak pantas itu? Terus belum lagi masalah ghibah-menghibah, dan julid-menjulid. Dosa semua itu. Udah gitu nambah-nambahin penyakit hati, lagi. Iri, dengki, cemburu, dan sedihnya lagi, kita ngelakuin semua hal sia-sia tersebut demi orang yang bahkan nggak tau kalau kita hidup. Haha, diulang-ulang aja terus. Habisnya, fakta, sih.

Btw, Allah itu pencemburu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada siapa pun yang lebih pencem-buru dibandingkan dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tanda seseorang cemburu itu kenapa, sih? Ya, karena cinta. Semakin seseorang dicintai oleh Allah semakin cemburu juga Allah terhadap orang itu. Kalau kita bisa secemburu itu idol kita sama yang lain, apalagi Allah yang melihat kita sibuk mengelu-elukan seseorang yang nggak banyak berkontribusi apapun di hidup kita. Lebih banyak Allah kali. Yang kasih oksigen siapa? Yang ngasih kita rezeki siapa? Lah, mereka? Yang ada malah mereka yang ngabisin rezeki kita. Coba, nggak kita tengok gimana cintanya Allah ke kita? Bisa-bisanya kita lupa, padahal segala hal yang kita nikmati ini dari Allah semua.

Lagian, nih, di hari kiamat nanti, kita akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang kita cintai. Idola yang kita idolakan itu siapa, dulu. Orang kafir, jangan-jangan. Yakin, mau bareng sama mereka? Jangan ngeremehin firman Allah tentang neraka, loh.

“Jika seseorang mencintai kalangan saleh dengan ikhlas, maka sebagaimana dinyatakan Nabi, ia termasuk golongan mereka kendati amalannya tidak seperti yang dilakukan orang-orang saleh tadi, sebab keterpautan hati dengan mereka. Kiranya rasa cinta itu memotivasi agar bisa berbuat serupa.” (Muhammad bin Abdurrahman al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadzi bi Syarhi Jami’ at-Tirmidzi [Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyyah], juz 7, hal 53).

“Maka sesungguhnya api jahannam dilebihkan 69 kali lipat panasnya, dan setiap bagiannya memiliki panas yang sama seperti api di dunia.” [HR. Bukhari 3265 dan Muslim 2834].

Udah, mending lihat ke Allah dulu. Idola-idola itu ya, ya udah buat hiburan semata. Ambil postitifnya, buang negatifnya. Jangan dibuat tujuan hidup, atau tumpuan. Malah melalaikan jiwa raga. Mereka nggak sempurna soalnya, bakal banyak kecewanya. Beda lagi kalau Allah. Allah mah, sempurna. Tau kita hidup lagi. Kurang apa, coba. Kita ini aja yang sombong ke Allah. Astaghfirullahal’adzim. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version