View Full Version
Sabtu, 19 Sep 2015

Pendukung Donald Trump : Obama Islam dan Bukan Orang Amerika

WASHINGTON (voa-islam.com) - Amerika geger. Bersamaan dengan kampanye calon presiden Partai Republik. Ini akibat ulah dari pendukung calon presiden Donald Trump, yang hanya asal menguap, tidk menyadari dampaknya.

Sekarang Donald Trump mendapat kecaman dari berbagai kelompok dan indvidu,  karena dia tidak meluruskan komentar seorang pendukungnya yang mengatakan Presiden Barack Obama adalah Islam dan 'bahkan bukan orang Amerika'.

Pria dari Partai Republik tersebut berupaya tertawa ketika seorang pendukung mengatakan: "Kami punya masalah di negara ini, namanya Islam."

Komentar tersebut disampaikan saat pawai untuk Trump yang mengajukan diri sebagai cakal calon presiden Partai Republik di Rochester New Hampsire. Saat itu seorang pendukung Trump mengatakan, "Kita punya masalah di negara ini, namanya Islam. Kita tahu presiden kita adalah salah satunya. Dan Anda tahu , bahwa dia itu bahkan bukan orang Amerika."

"Kita butuh pertanyaan ini?," tanggap Trump tertawa.

"Betapapun," tambah pria itu, "banyak sekali kamp pelatihan yang berkembang di sini, tempat mereka ingin membunuh kita. Pertanyaan saya adalah: Kapan kita bisa bisa menyingkirkan mereka?"

Trump tidak meluruskan bahwa Obama adalah warga Amerika yang beragama Kristen dan sebaliknya menjawab, 'banyak hal yang buruk terjadi,' dan dia akan memeriksanya. 

Dibagian lain, Bakal calon presiden yang diunggulkan dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengatakan tidak adanya kecaman dari Trump atas "retorika kebencian" tersebut "mencemaskan, dan sungguh salah".

Selamanya Partai Republik dihuni oleh para 'hawk' (elang) yang begitu kepala mendidih dan penuh kebencian terhadap Islam dan umat Islam. Mereka di zaman George Bush menyerang Afghanistan, Irak, dan menjadi  pendukung utama Zionis. Itulah kumpulan Republik, partai konservatif di Amerika yang sangat rasis.

Banyak komentar tentang Donald Trump yang mengatakan, jika dia menang dan menjadi presiden Amerika, maka negeri Paman Sam itu, akan memasuki abad kegelapan.

Sementara itu, Ketua DPR Setya Novanto dan Fadli Zon, bergandeng ria dengan Donald Trum, dan konon bertemu Trump itu di danai oleh Hary Tanoe, karena Hary akan kongsi dengan Trump membangun desnayland  di wilayah Bogor, Jawa Barat. (fath/aby/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version