View Full Version
Kamis, 01 Oct 2015

Pemerintah Arab Saudi : Hentikan Serangan Udara Rusia Terhadap Hom

NEW YORK (voa-islam.com) - Banyak negara anggota PBB, termasuk Arab Saudi, menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam mengenai serangan Rusia di Suriah, terutama daerah sipil-berat Homs dan Hama, di mana 36 warga sipil dilaporkan tewas, Kamis, 1/10/2015.

Berbicara di Majelis Umum PBB, Kamis, Wakil Tetap Arab Saudi untuk PBB Abdullah Al-Mouallimi mengatakan bahwa: "Negara-negara yang baru saja tiba di Suriah tidak bisa mengklaim melawan ISIS, sementara ia mendukung rezim brutal Bashar al-Assad dan sekutu teroris dari kelompok asing seperti Hizbullah”, ujarnaya.

Duta Besar Saudi memberikan komentar di PBB, tak lama sesudah adanya serangan Rusia dilaporkan menewaskan 36 warga sipil, ungkap Al Arabiya. Ini sebauh kejahatan yang sangat mengerikan. Di mana Rusia membunuhi warga sipil, dan sama seperti yang dilakukan oleh Assad.

Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada anggota parlemen di Paris: "Anehnya, mereka tidak memukul Daulah Islam (ISIS), Saya akan membiarkan Anda menarik sejumlah kesimpulan sendiri”, tambahnya.

Serangan udara baru Rusia yang menargetkan ISIS terhadap Homs dan Hama dilaporkan mengakibatkan kematian 36 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia pada Rabu mengatakan kepada wartawan di sela-sela pertemuan pemimpin dunia di PBB, mengatakan Rusia bertindak "benar-benar, sah" menurut hukum internasional.

Dia menambahkan bahwa "Jujur saya tidak mengerti apa perbedaan antara pemboman udara Perancis dan Rusia. Hanya ada satu perbedaan, kita bertindak sesuai dengan permintaan dari Damaskus. "

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rabu bahwa Moskow harus bertindak preemptively (menyerang lebih dahulu), menghancurkan para pejuang Muslim di Suriah sebelum mereka menjadi ancaman yang akan membahayakan dunia, ungkapnya.

"Satu-satunya cara yang benar untuk memerangi terorisme internasional .... adalah bertindak preemptively, perang dan menghancurkan para pejuang dan teroris di wilayah yang mereka kuasai, tidak menunggu mereka datang kepada kami," kata Putin dalam komentar yang disiarkan televisi Moskow.

Rusia kalap melihat kemajuan yang dicapai oleh para pejuang Islam atau Mujahidin di Suriah dan Irak, dan membahayakan kedudukan Bashar al-Assad. Karena itu, Rusia dan Iran menggunakan kekuatan militer mendukung Bashar al-Assad, yang sudah kehilangan dukungan rakyatnya. (sasa/aby/voa-islam.com)

 


latestnews

View Full Version