View Full Version
Selasa, 11 Jun 2013

Lebih 70 Orang Tewas dalam Serangan Bom dan Pertempuran di Irak Utara

BAGHDAD, IRAK (voa-islam.com) - Pejuang Irak menyerang kota-kota di Irak pada hari Senin (10/6/2013) dengan bom mobil, bom jibaku dan pertempuran senjata yang menewaskan lebih dari 70 orang dalam kerusuhan yang telah memperdalam kekhawatiran kembali ke perang saudara.

Pasar di dua kota Irak utara terhantam bom pada Senin pagi, kata polisi. Kemudian serangan-serangan yang menargetkan pasukan keamanan. Di kota Mosul, pembom jibaku dan serangan roket menghantam kantor polisi, menewaskan 24 orang, banyak dari mereka polisi dan tentara.

"Saya menjual semangka dan tiba-tiba saya mendengar ledakan kuat di pintu masuk ke pasar. Aku lari dari debu dan asap ketika ledakan kedua terjadi," kata Hassan Hadi, seorang petani yang terluka dalam salah satu serangan pasar .

Sebagian besar kekerasan yang tampaknya terkoordinasi menghantam bagian utara negara dan termasuk sedikitnya delapan ledakan bom jibaku dan pertempuran senjata di pangkalan militer atau pos-pos pemeriksaan.

Dua bom pinggir jalan juga meledak di dekat sebuah kafe, menewaskan empat orang di distrik Syi'ah Kota Sadr, timur laut Baghdad, kata polisi.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan sepanjang hari tersebut, yang terjadi kebanyakan di Irak utara, namun para pejabat menyalahkan banyak kekerasan yang telah menewaskan hampir 2.000 orang sejak April pada pejuang Islam Sunni yang terkait dengan sayap lokal Al-Qaidah.
 
Berpekan-pekan pertumpahan darah telah disertai meningkatnya ketegangan politik antara pemimpin mayoritas Syi'ah Irak dan anggota komunitas Sunni, yang percaya bahwa mereka telah terpinggirkan sejak jatuhnya Saddam Hussein setelah invasi pimpinan AS pada 2003.

Sejak Desember, ribuan Muslim Sunni telah memprotes pemerintah. Tapi serangan militer Irak di kamp protes Muslim Sunni di kota Hawija pada bulan April menghidupkan kembali kekerasan.

Korban meninggal bulanan sejak saat itu telah menjadi terburuk sejak pertumpahan darah antar-komunal lima tahun lalu yang menewaskan puluhan ribu orang.

Pada puncak kekerasan sektarian di Irak antara 2006-2007, jumlah kematian bulanan terkadang mencapai puncaknya hingga 3.000 orang. (st/Reuters)


latestnews

View Full Version