

STOCKHOLM, SWEDIA (voa-islam.com) - Polisi Swedia pada hari Kamis (1/1/2014) memburu setidaknya satu tersangka menyusul apa yang diyakini sebagai serangan pembakaran ketiga pada masjid di negara itu dalam sepekan.
"Seseorang melemparkan sebuah bom, bom Molotov pada gedung," Torsten Hemlin juru bicara polisi Uppsala mengatakan kepada kantor berita Swedia, menambahkan bahwa bom tidak berhasil membakar masjid di kawasan timur Swedia itu.
"Mereka juga menulis beberapa kata rasis vulgar," katanya, menambahkan bahwa tidak ada seorang pun di gedung pada saat serangan tersebut.
Polisi di kota terbesar keempat Swedia Uppsala disiagakan oleh orang yang lewat yang melaporkan melihat seorang pria melemparkan benda terbakar di masjid itu sekitar pukul 04:30 GMT.
"Kejahatan ini telah digolongkan sebagai percobaan pembakaran, pengrusakan dan hasutan untuk kebencian," kata polisi dalam sebuah pernyataan memnghimbau bagi para saksi mata untuk tampil ke depan.
Serangan hari Kamis terjadi hanya tiga hari setelah sebuah masjid dibakar di Esloev di Swedia selatan.
Pada Hari Natal lima orang terluka ketika sebuah bom bensin dilemparkan melalui jendela masjid di Eskilstuna, sebelah timur ibukota Stockholm.
Perdana Menteri sayap kiri negara Stefan Loefven menyebut serangan Natal tersebut semburan "kekerasan kebencian" dan berkata Swedia "tidak akan pernah mentolerir kejahatan semacam ini".
Menurut majalah anti-rasisme Expo, telah ada lebih dari selusin serangan terhadap masjid di Swedia pada tahun lalu. (st/AFP)
Foto: Masjid di kota Eskilstuna dibakar saat hari Natal (25/12/2014).