View Full Version
Selasa, 20 Aug 2013

Jadilah Penyembah Tuhan Ramadhan, Jangan Jadi Penyembah Ramadhan

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Tuhan Ramadhan adalah tuhan Syawal dan semua bulan yang ada. Bahkan semua yang ada adalah ciptaan-Nya. Ampunan dan maaf-Nya tidak hanya di Ramadhan saja, tapi tetap ada sepanjang masa. Karenanya janganlah rajin ibadah di Ramadhan saja. Jangan pula berhenti harapan kepada ampunan dan maaf Allah setelah berlalu Ramadhan. Mari kita muliakan diri dengan ibadah dan harapan kepada ampunan dan maafnya sepanjang hayat masih di kandung badan. Kita jadikan diri kita sebagai Rabbniyyin (penyembah Allah) bukan Ramadhaniyyin (penyembah Ramadhan).

Siapa yang beribadah karena Ramadhan, sungguh Ramadhan telah berlalu dan habis. Tapi siapa yang ibadah karena Allah, sungguh Allah kekal dan tidak akan habis.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.  Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu.  Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” (QS. Al-Nahl: 92)

Ayat ini memperingatkan kepada kita agar tidak lari dari kosistensi ibadah, yakni meninggalkan ketaatan yang pernah kita lazimi sebelumnya. Perumpamaanya seperti wanita yang menguraikan benang yang sudah dipintalnya dengan kuat dan baik. Prakteknya, kita sia-siakan amal-amal shalih yang sudah kita kerjakan dengan meninggalkan sikap konsisten dan kontinyu terhadapnya.

Wahai saudaraku, jangan kita pudarkan iman yang sudah kita pupuk, karena sesungguhnya kita senantiasa butuh beratnya timbangan amal kebaikan kita, kita butuh kepada Surga Firdaus yang sangat indah dan kita takut akan neraka.

Wahai saudaraku, Ramadhan adalah ibarat tempat pendidikan dan pelatihan untuk kita sungguh-sungguh dalam ibadah dan taat. Apa hasilnya, jika selepas Ramadhan kita menjadi kembali malas ibadah dan taat. Pastinya kita termasuk peseta yang gagal dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan selamaRamadhan. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version