View Full Version
Sabtu, 13 May 2017

Berbondong-bondong Masuk Islam

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.

إِذَا جَآءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ.

وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا.

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ  ۚ  إِنَّهُ ۥ  كَانَ تَوَّابًۢا

(النصر ؛ ١-٣)

Pernahkah kita berfikir, bahwa kata افواجا dalam surat annasr yg artinya "berbondong-bondong" pernah terealisasi dalam kehidupan saat ini?

Sepele memang, tapi jika kita memperdalam maknanya maka akan kita temukan perbedaan antara orang yg masuk islam secara berbondong-bondong atau berkelompok-kelompok dengan orang yang masuk islam secara individual.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal Allah berfirman  "jika pertolongan dan kemenangan Allah telah datang, dan kalian melihat manusia masuk islam secara berbondong2, maka bertasbihlah dengan memuji rabb kalian dan memohonlah ampunannya, sesungguhnya DIA maha penerima taubat"

Perhatikan, bagaimana bisa orang-orang masuk islam secara bergerombol tanpa paksaan? Pernahkah  hal ini terjadi?

Wahai ummat islam hal ini tentunya pernah terjadi, karna alqur'an tidak pernah bohong dan zaman selalu sesuai dengan alqur'an.

 

Lalu bagaimana bisa itu terjadi?

Ketahuilah bahwa penyebab utama seseorang masuk islam dan tersebarnya islam adalah:

1. Kemurnian ajaran islam yang sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal manusia. Point inilah yang menyebabkan manusia masuk islam secara individual, karena kesadaran sifatnya personal bukan kelompok.

2. Ada institusi yang menaungi islam dan mengemban islam serta menyebarkannya. Point inilah yg menyebabkan islam mampu tersebar ke seluruh pelosok negri di bumi Allah. Dari institusi ini islam teraplikasi dalam kehidupan individu, masyarakat dan negara. Maka seluruh manusia yang berada dalam naungan islam akan menyadari dan mengetahui keagungan dan kesempurnaan ajaran islam.

Lihat saja bagaimana saat daulah dulu berkuasa, orang-orang non muslim di wilayah yang belum tersentuh islam selalu menanti-nanti hari dimana islam mampu menaklukan wilayah mereka, karena agungnya nilai islam yang diterapkan menyebabkan wilayah yang tersentuh islam seakan memancarkan sinar kehidupan, negri-negri yang ter-instal islam pun bangkit laksana roket meluncur menuju rembulan. Kejayaan islam menjadikannya mercusuar peradaban barat.  

Selain itu, ketika islam mempunyai institusi yang menaunginya maka menyebarkan islam menjadi kewajiban negara, jihad digalakkan untuk menaklukan setiap negri yang menentang ajakan masuk islam. Karena tugas daulah selain mengayomi seluruh penduduk yg ada dalam negara tersebut, juga menerapkan hukum Allah di muka buni ini dan mengemban islam keseluruh penjuru dunia, hingga tidak ada satu rumah pun melainkan seluruhnya telah dimasuki islam. Ini lah faktor utama mengapa manusia dapat masuk islam secara bergerombol, berbondong-bondong dan berkelompok bukan individual.

3. Pemahaman seorang individu muslim atas islamnya. Bahwa islam bukan hanya agama individualis melainkan islam adalah agama yang mengatur seluruh urusan manusia dengan dirinya, rabbnya, dan sesama manusia. Karena yang muncul sekarang adalah islam hanya sebatas agama yang mengatur ibadah fardiyah, manusia seakan banyak yang lupa atau mungkin melupakan bahkan tidak mengetahui bagaimana Allah telah menyempurnakan agama ini dalam segala aspek kehidupan. Bukan hanya ibadah, tapi politik, ekonomi, pendidikan, sosial kemasyarakatan dan luar negri serta militer.

Dan inilah yang menjadi pembeda antara islamnya seseorang secara individu dan bergerombol, dengan terus berikhtiar untuk mengembalikan institusi ini Maka insyaAllah pertolongan Allah akan datang kembali, membebaskan seluruh negri-negri dari pekatnya kezdholiman diktator hari ini. Takbirr!!!! Allahu Akbar. [syahid/voa-islam.com]

Alfaqir illaAllah, Wa ma taufiqii illa billah.

Zaharal Haq Magfoor

 

(Diadopsi dari sebuah channel hizbut tahrir libanon)

(Judul: ada apa dibalik kata afwaja dalam surat annasr?)


latestnews

View Full Version