View Full Version
Selasa, 12 Sep 2017

Glory Charm of Promised Land (Pesona Kemuliaan Tanah yang Dijanjikan)

Oleh: Azka Tahiyati (Staff HCM KSEI IsEF SEBI)

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda ( kebesaran ) kami. Sesunggunya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha melihat.” ( QS Al Isra’ : 1 )

Al Aqsha begitu mulia dan merupakan simbol kebesaran umat islam. Al Aqsha merupakan tempat Isra’ dan Mi’rajnya Rasulullah Saw, kiblat pertama umat islam dan yang membuat lebih mulia karena orang teragung sejagat raya yakni Rasulullah Saw menunaikan ibadah di dalamnya selama empat belas tahun sebagai bentuk penghambaan terhadap Rabb yang telah menciptakannya.

Pesona kemulian Al Aqsha bertambah sempurna karena dibalik kubahnya terdapat batu yang merupakan pijakan Nabi saat kejadian Isra’ Mi’raj. Namun berbicara tentang Al Aqsha  hari ini, hati tersayat karena menyaksikan Palestina yang begitu berbahaya, rawan akan penghancuran, kejahatan dan konflik yang berkepanjangan. Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas dan hati serasa jenuh mendengar penderitaan korban yang semakin hari semakin bertambah.

Betapa besar duka yang dialami oleh rakyat Palestina, para tentara zionis iblis  dengan kesombongan dan keangkuhannya mereka seenaknya merenggut nyawa dan kebebasan rakyat Palestina, hati nurani mereka telah mati disebabkan oleh sebuah keinginan untuk menguasai tanah palestina yang tujuannya untuk menghancurkan Masjidil Aqsha yang merupakan masjid suci ketiga umat Islam dan merupakan kiblat pertama umat islam sebelum ka’bah.

Hamparan tanah bersimbah darah para syuhada’ membuat hati  tersentak dan tergerak untuk bisa membantu, bahkan berada dibarisan paling depan untuk berjihad melawan kebejatan para zionis yang merajarela. Namun hal itu nampak  sebuah angan karena sampai saat ini kami belum bisa turun langsung untuk membantu melawan zionis.

Penglihatan ini tak sanggup menyaksikan kebejatan yang dilakukan oleh zionis israel, mereka melakukan penyerangan besar-besaran hingga menyebabkan banyak mayat bertebaran dengan keadaan yang sangat mengenaskan, anak kecil menangis disepanjang jalan sambil mencari mayat kedua orang tuanya, mereka menangis tersedu-sedu dan berteriak  lantang dengan harapan ada jawaban dari kedua orang tuanya, tapi apa daya mereka tidak mendapati suara kedua orangtuanya yang mereka dapati hanya suara dentuman meriam yang siap membombardir dan meluluhlantahkan kota palestina dan seisinya.

Anak- anak kecil itu tidak dapat merasakan kasih sayang kedua orang tuanya karena kini jasad orang tua mereka terbujur kaku bersimbah darah dibalik reruntuhan bangunan dan batu-batu besar, yang lebih mengenaskan, yahudi dengan kebrutalan dan kebiadabannya mereka menginjak-nginjak jasad para syuhada’ bahkan tetap menembak jasad tersebut hingga seluruh bagian tubuh dari jasad tersebut hancur berkeping - keping hingga bertebaran di sepanjang jalan. Sungguh perbuatan yang sangat tidak manusiawi.

Indonesia ikut serta memirkan nasib Al Aqsha, berbagai upaya dilakukan untuk membebaskan rakyat Palestina dari jeratan zionis laknatullah. Kajian kepalestinaan diberbagai instansi dilakukan, agar seluruh umat islam menyadari bahwa kemerdekaan kalian adalah tanggung jawab kita bersama, konser amal kepalestinaan dilakukan untuk penggalangan dana ini semua merupakan bentuk kepedulian rakyat Indonesia.

Betapa mulianya kedudukan kalian di mata Allah SWT, kami kagum melihat keberanian kalian melawan tentara zionis dan kami juga kagum melihat kegigihan dan ketangguhan iman kalian untuk tetap menjaga dan melindungi Al Aqsha dari serangan yahudi laknatullah. Keberanian kalian sungguh luar biasa! Semoga Allah mamberikan rasa takut, ketidaktenangan dan kegoncangan hati kepada tentara – tentara yang ingin menghancurkan kota Palestina. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version