View Full Version
Kamis, 14 Sep 2017

Kebijakan yang Sarat Kepentingan

SURAT PEMBACA:

Indonesia merupakan negeri yang gemah ripah loh jinawi dimana kakayaan alamnya melimpah ruah mulai dari kekayaan hutan tambang laut serta pertanian. Namun sayang pengelolaan yg salah membuat rakyat yang berada di negeri yang makmur ini menjadi miskin dan terbelakang taraf hidupnya.

Hal ini tidak lain adalah karena salahnya pengelolaan yang dilakukan pemerintah yang harusnya mengelola hal tersebut malah berlepas tangan dengan memprivatisasi semua bidang, para penguasa yang harusnya melindungi rakyat tapi malah menjadikan rakyat sebagai alat pemeroleh kekuasaan saja setelah berkuasa lupa terhadap tanggung jawabnya, di mana kabijakan-kebijakan yang diambil tidaklah untuk kepentingan rakyat melainkan hanya segelintir orang yang notabene dia pemilik kekayaan, tidak ada makan siang gratis.

Hal itulah yang terjadi, dimana orang yang berhutang budi menjadikanya berkuasa pada dialah dia akan menghamba, jadi tidak aneh jika kabijakan kabijakan yang diambil adalah sarat akan kepentingan para pemilik modal,

Di Indonesia seorang presiden yang saat ini berkuasa  yang dicitrakan merakyat ternyata kebijakannya lebih jahat dari presiden-presiden sebelumnya. Dimana dia kerap melanggar UU bahkan aturan yang dibuatnya sendiri demi menguntungkan asing dan taipan meski berdampak pada semakin sengsaranya rakyat. Dimana kekuasaan yang dimilikinya menjadikanya berkuasa untuk menentukankebijakanya itu.

Disini menjadi hal yang wajar jika kepemimpinannya cenderung kepada pihak-pihak tertentu. Karena dari pihak tersebut dia bisa menduduki RI 1. Tidak ada makan siang gratis dalam sistem kapitalis ini, siapa yang dulu menolongnya maka dia akan menghamba kepadanya walaupun mengorbankan rakyat.

Kita tidak akan menemui pemimpin seperti itu didalam sistem Islam. Keyakinan dan ketaqwaan kepada Alloh yang menjadikan dia tunduk dan patuh hanya kepada Alloh bukan yang lainnya, sehingga dia akan mengurus rakyatnya dengan baik sesuai yang diperintahkan Alloh.

Hal seperti ini tidak akan bisa di dapatkan dengan sistem demokrasi yang saat ini bercokol di negeri negeri muslim, demokrasi hanyalah alat untuk para pemilik kapital menguasai kehidupan, untuk itu tidak bisa kita berharap pada sistem yang notabene tidak mensejahterakan tidak ada alasan bagi kita untuk menolak sistem hidup yang itu berasal dari Allah sang pencipta, yang telah terbukti mensejahterakan selama berabad abad dengan islam, hanya pada islamlah rakyat bisa berharap untuk hidup lbh baik dan mensejahterakan.

Pengirim: Giyanti

Share this post..

latestnews

View Full Version