View Full Version
Selasa, 30 Apr 2019

Remember Reformasi

Oleh: M Rizal Fadillah

Hari ini 26 April banyak yang mengucapkan selamat milad dan mendoakan kesehatan Prof. DR HM Amien Rais mantan Ketum PP Muhammadiyah, pendiri Partai Amanat Nasional, dan tentu saja Bapak Reformasi. Perlawanannya mampu menumbangkan Presiden Soeharto pemimpin rezim Orde Baru yang cukup lama memerintah. 

Setelah Pemilu 1997 pada tahun 1998 Sidang Umum MPR menetapkan kembali HM Soeharto sebagai Presiden. Semua tahu mestilah yang bersangkutan terpilih kembali karena konsolidasi "terstruktur, masif, dan sistematis". MPR telah menjadi lembaga legitimasi. 

Saat pelantikan Presiden Soeharto tanggal 10 Maret 1998 telah muncul kritik dan demonstrasi mahasiswa dan rakyat. Protes terhadap kondisi politik dan ekonomi. Tentu rezim bersikap represif untuk meredam demo yang bergelombang menjadi "people power". Pada tanggal 21 Mei 1998 gerakan rakyat tak bisa dibendung dan menang. Soeharto kalah. Mengundurkan diri dan digantikan BJ Habibie. 

Reformasi sukses. Amien Rais menjadi "komandan" gerakan meski dalam proses perjuangannya bersama tokoh lain dituduh hendak kudeta pada penguasa yang sah. 

Kini Jokowi yang menghadapi kritik dan perlawanan rakyat sedang berjuang dengan segala cara untuk tetap berkuasa. KPU lembaga penetap dituduh tidak netral. Kecurangan terjadi dimana mana. Rakyat mulai bertanya Pemilu April 2019 ini adalah proses demokrasi atau momen legitimasi. Yang jelas semangat perlawanan rakyat sudah mulai muncul. Tekad dan komitmen mulai di bangun. Prabowo Sandi adalah pemenang proses kompetisi demokrasi.

Namun klaim Jokowi pemenang juga dilakukan dengan menggunakan berbagai alat dan aparat. Penyelenggara Pemilu diduga publik ikut bermain. 22 Mei adalah penetapan apakah rezim yang dengan segala cara untuk tetap berkuasa itu sukses. Atau sebaliknya aspirasi rakyat yang sudah gemas dengan rezim dan ingin berganti yang berhasil. Prabowo menjadi Presiden. 

Rakyat menunggu dan bersiap. People power didengungkan. HM Amien Rais masih ada di jajaran depan perlawanan. Aroma reformasi tercium kembali. Prabowo yang sejak lama berteman dekat kini telah mendeklarasikan kemenangan. Artinya siap melawan Jokowi dan kepentingan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Ulama dan umat tak suka pada kecurangan-kecurangan yang terjadi. KPU pun sudah menjadi obyek mubahalah. Sumpah kutukan. Tentu bukan untuk menjadi ular, kodok, atau batu. Syari'at  mengharamkan sihir. "The Curse" yang melibatkan Ilahi jauh lebih mengerikan.

Nah kini selamat milad Pak Amien semoga Allah beri kesehatan selalu. Semangat jihad yang didengungkan untuk melawan kemungkaran menghujam dada kaum yang lebih muda. [syahid/voa-islam.com] 


latestnews

View Full Version