View Full Version
Selasa, 26 Jun 2012

Doa Saat Melihat Orang yang Sakit atau Tertimpa Musibah

Oleh: Badrul Tamam

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً

Al-Hamdulillah al-Ladzi 'Aafanii Mimmabtalaaka Bih, wa Fadhdhalanii 'Alaa Katsiirim Mimman Khalaqa Tafdhiilaa

"Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah Allah timpakan kepadamu dan yang telah memuliakanku atas orang banyak."

Sumber Hadits

Hadits tersebut terdapat dalam Sunan al-Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Umar bin al-Khathab –Semoga Allah meridhai Umar dan anaknya-, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda: "Siapa yang melihat orang yang tertimpa musibah lalu ia berkata (membaca):

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً

"Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah Allah timpakan kepadamu dan yang telah memuliakanku atas orang banyak," kecuali ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apapun juga selama ia hidup." (Dihassankan oleh Syaikh Al-Albani)

Cara Membacanya

Diriwayatkan dari Abu Ja'far Muhammad bin Ali, beliau berkata: Apabila melihat orang tertimpa musibah maka hendaknya berlindung dengan membaca doa tersebut pada dirinya tanpa memperdengarkannya kepada orang yang menderita musibah."

Keterangan

Menjelang perubahan musim (musim pancaroba) cuaca sering tidak menentu, terkadang sangat panas menyengat sehingga sangat gerah saat di dalam rumah. Namun juga -terkadang- hujan turun tiba-tiba. Biasanya, cuaca semacam ini diikuti banyaknya orang sakit seperti pilek, batuk, cacar, dan lainnya. Sebabnya, karena tubuh kurang mampu menyesuaikan dengan perubahan cuaca tersebut sehingga daya tahan tubuh menurun. Akibatnya, saat virus masuk ke dalam tubuh sistem anti body tidak mampu berkerja baik.

Salah satu cara syar'i yang diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk melindungi diri dari tertimpa penyakit yang telah menimpa saudara atau kawan-kawan kita, yaitu dengan membaca doa tersebut. Karena jaminan dari khabar Nabawi, "Kecuali ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apapun juga selama ia hidup."

Sudah Membaca, Masih Juga Tidak Aman

Ini persoalan yang terkadang terjadi, orang sudah membacanya namun masih juga tertular penyakit yang sudah menimpa orang lain atau tertimpa musibah yang telah menimpanya. Apanya yang salah? Apa doanya tidak mujarab? Ataukah yang mengabarkan berdusta?

Seorang muslim wajib mengimani, apa yang diberitakan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah benar, dan apa yang beliau perintahkan pasti membawa manfaat. Beliau tidak berdusta dan tidak mengarang-ngarang sendiri dalam memberikan tuntutan. Semua itu berasal dari wahyu yang beliau terima dari Rabbnya dan Tuhan kita semua.

Allah Ta'ala berfirman,

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى  إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى  

"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut hawa nafsunya. Dia itu tidak lain adalah wayu yang diberikan kepadanya." (QS. Al-Najm: 3-4)

Jika seseorang melakukan sebab syar'i (doa ini) yang diajarkan Nabi, lalu tidak didapatkan manfaatnya, maka itu bukan karena doanya yang ada cacat, salah atau tidak benar. Tetapi karena adanya mawani' (penghalang) dari dikabulkannya doa tersebut. Misalnya, membacakan surat Al-Fatihah atas orang sakit akan menjadi obat. Namun ada orang yang membacanya, tapi tidak menyembuhkan. Maka itu bukan karena al-Fatihahnya yang tidak mujarab, tapi karena adanya mawani' antara sebab dan pengaruhnya. Misal lain, orang yang membaca doa ketika akan berjima' maka syetan tidak akan bisa menimpakan gangguan pada anak tersebut. Namun, ada orang yang sudah membacanya, tapi anaknya tetap diganggu syetan. Maka hal itu bukan karena doanya tidak mujarab, tapi karena adanya mawani' yang menghalangi terkabulnya manfaat. Maka hendaknya orang tadi mengintrospeksi diri dan mencari tahu apa yang menghalangi dari terkabulnya doa perlindungan yang dibacanya tersebut. Mungkin, karena makanan yang tidak halal, banyaknya kemaksiatan yang dikerjakan, atau mungkin masih ada durhaka kepada orang tua. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version