View Full Version
Kamis, 22 Oct 2020

Istighfar Membersihkan Hati dan Menyucikannya

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam.  Shalawat dan shalawat atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Istighfar akan memperkuat iman dalam qalbu muslim, memperbaiki akidahnya, menegakkan tauhid dengan menjalankan perintah-perintah Allah yang sangat penting seperti shalat, doa, raja', dan beristighfar.

Istighfar akan menyucikan hati dari kegelapan maksiat dan dosa. Sebab, dosa menjadi noda dan kotoran bagi hati.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ [كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ]

Sesungguhnya apabila seorang hamba melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, bersihlah hatinya. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya [Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka].” (HR. Ahmad, Al-Tirmidzi no. 3334, dan Ibnu Majah no. 4244. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Perlu diketahui bahwa dosa akan membuat hati menghitam. Setiap kali seorang hamba menambah dosa maka akan bertambah kegelapan dalam hatinya dan akan semakin besar noda hitam yang menutupinya. Apabila segera beristighfar dan bertaubat setelah terjerumus dalam dosa, maka hatinya akan kembali bersih, suci, dan berkilau.  

Imam Qatadah rahimahullah berkata,

إِنَّ الْقُرْآنَ يَدُلُّكُمْ عَلَى دَائِكُمْ وَدَوَائِكُمْ ، أَمَّا دَاؤُكُمْ فَذُنُوبُكُمْ ، وَأَمَّا دَوَاؤُكُمْ فَالاسْتِغْفَارُ

Sesungguhnya Al-Qur’an ini menunjuki kalian akan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa. Sementara obat kalian adalah istighfar.” (Riwayat Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Sebagian ulama salaf ditanya, “bagaimana sikapmu terhadap agamamu?” ia menjawab, “aku merobeknya dengan maksiat-maksiat dan aku menjahitnya dengan istighfar.”

[Baca:Kuatkan Imunitas Tubuh dengan Memperbanyak Istighfar dan Taubat]

Ibnul Qayim rahimahullah pernah berkata: aku bertanya kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: sebagian orang bertanya, maka yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba; membaca tasbih atau istighfar?

Syaikhul Islam menjawab,

إذا كان الثوبُ نقيًّا، فالبخور وماء الورد أنفعُ له، وإن كان دَنِسًا، فالصابون والماء أنفع له

Apabila kain itu bersih maka yang paling bermanfaat untuknya adalah buhur (dupa parfum) dan air mawar. Apabila kain itu kotor, maka yang paling bermanfaat untuknya adalah sabun dan air.” (Al-Wabil al-Shayyib: 92)

Ibnul Qayyim menjelaskan, di antara sebab utama sempitnya dada adalah berpaling dari Allah dan lalai berdzikir. Selama istighfar yang jujur dilakukan dada akan lapang dan hati akan sehat.

Beliau juga menjelaskan bahwa maksiat-maksiat kita yang membuat hati kita menghitam. Ketika hati dipenuhi titik hitam maka kita tidak akan bisa menikmati ibadah dan merasakan kelezatan dalam menjalankan ketaatan. Setiap saat kita membutuhkan sarana yang membersihkan hati dari noda-noda hitam. Tidak ada sarana yang lebih efektif membersihkan hati dan menyucikannya daripada istighfar. Apabila hati dipenuhi dosa dan tidak diikuti dengan istighfar maka hati akan sangat gelap dan tertutup dari kebaikan.

Apakah Anda pernah melihat seseorang bisa hidup di rumah yang tidak pernah dibersihkan? Apakah Anda pernah melihat seseorang hidup tanpa mandi dan mencuci bajunya?

[Baca: Doa Istighfar Penghapus Doa Terbesar]

Bakar bin al-Muzani rahimahullah berkata, “sesungguhnya amal-amal Bani Adam pasti diangkat. Apabila lembaran catatan amal diangkat di dalamnya berisi istighfar maka diangkat dalam kondisi berwarna putih, dan apabila diangkat di dalamnya tidak ada istighfar maka akan diangkat dalam kondisi berwarna hitam.”

Oleh sebab itu, siapa yang menginginkan memiliki hati yang bersih dan sehat hendaknya memperbanyak istighfar dalam kesehariannya. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version